Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Labels

Labels

agama (10) ekonomi (20) Entertaiment (20) Hiburan (13) Internasional (10) Kesehatan (16) Movie (34) Nasional (69) politik (224) sejarah (15) Slider (163) Sports (2) zionisme/conspiracy theory (25)

Indonesian Free Press -- Bulan lalu Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra berjanji kepada para pendukungnya akan 'bertempur habis-habisan' di pengadilan atas dakwaan yang menjeratnya. Namun ternyata ia sudah pergi meninggalkan mereka dalam kebingungan, bahkan sebelum sidang dimulai.

"Kalian harus menunggu dan melihat sendiri. Saya akan menghadapi persidangan sampai akhir. Kita akan bertemu di sana," katanya kepada pendukungnya melalui The Bankok Post bulan lalu.

Hari Jumat kemarin (25 Agustus) adalah persidangan pertama kasus yang menjeratnya di Mahkamah Agung, namun ternyata ia sudah berada di luar negeri untuk menghindari risiko dipenjara selama 10 tahun. Sampai hari Minggu (27 Agustus) keberadaannya masih dalam misteri. Para pembantu dekatnya di Partai Pheu Thai mengaku tidak mengetahuinya kecuali bahwa ia telah mengirim surat ke pengadilan bahwa dirinya sedang sakit. Sejumlah media mengabarkan ia berada di Dubai dimana keluarga Shinawatra memiliki salah satu rumah mewahnya di luar negeri. Namun media-media lainnya menambahkan bahwa ia tengah berusaha mendapatkan suaka di Inggris.

Dan atas ketidak hadirannya itu, Yingluck diganjar hukuman denda $900.000 atau lebih dari Rp 12 miliar. Ia juga meninggalkan kekecewaan para pendukungnya yang ingin melihatnya berjuang di pengadilan.

“Madam, Anda harus bertempur sampai akhir. Mereka (regim) mengeluarkan surat perintah penangkapan dan mengumumkan akan menyita uang jaminan Anda sebesar 30 juta baht. Ini melukai hati saya,” tulis seorang pendukung setianya di jejaring sosial.


Yingluck adalah contoh pemimpin korup yang lebih mementingkan keuntugan pribadi, keluarga dan pendukung-pendukungnya dengan menjadi agen kepentingan asing. Ia dikudeta oleh militer negara itu tahun 2014 setelah diketahui berusaha melakukan langkah politik untuk membebaskan kakak kandungnya yang juga mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dari tuntutan hukum atas dugaan korupsi. Thaksin, mantan pemilik klub sepakbola terkenal Manchester City dan pemilik sejumlah rumah mewah dan pesawat jet pribadi itu sudah terlebih dahulu meninggalkan negaranya tahun 2006 setelah militer mengkudetanya dan mengancam menyeretnya ke pengadilan.

Kasus korupsi yang menjerat Yingluck adalah pembelian beras petani dengan harga di atas kewajaran yang merugikan keuangan negara hingga miliaran dollar. Tahun lalu pemerintah meminta Yingluck untuk mengganti kerugian sebesar $1 miliar untuk menghentikan kasusnya, namun Yingluck justru protes karena pemerintah telah menyita uangnya di bank ketika persidangan baru dimulai.

Pada hari yang sama Yingluck harus hadir dalam ruang sidang, pengadilan menetapkan hukuman bagi sejumlah orang yang terlibat dalam kejahatan Yingluck. Lima di antara mereka adalah pejabat dalam pemerintahan Yingluck yang divonis penjara 24 hingga 42 tahun.

Sementara itu, seperti dilaporkan The Panam Post, 22 Agustus, Jaksa Agung yang baru saja dipecat oleh parlemen Venezuela, Luisa Ortega Díaz, telajh berada di Amerika untuk mencari suaka setelah sebelumnya berada di Kolombia. Ia meninggalkan negerinya setelah polisi menggeledah rumahnya karena tuduhan korupsi. Polisi kemudian memamerkan barang-barang mewah yang ditemukan di rumahnya, seperti pakaian dan perhiasan, benda-benda seni dan anggur mahal.

Diaz meninggalkan negerinya dengan menggunakan kapal kecil yang berlayar menyusuri pantai Paraguaná menuju Pulau Aruba di Laut Karibia. Dari sini, ia diterbangkan ke Bogota, Kolombia, negara sekutu dekat Amerika yang terlibat konflik perbatasan dengan Venezuela.

Jadi, kapan Madam Ani mengikuti jejak mereka?(ca)
PANGLIMA CYBER BANSER ITU TERNYATA LUKA' BIN LUKA'
Oleh : Moh Aflah ( si anak kampung)
Luka' itu dalam bahasa Arab artinya "budak" kemudian digunakan untuk orang bodoh dan tercela. Untuk orang laki-laki yang bodoh dikatakan luka' dan untuk wanita yang bodoh dikatakan laka'"
Kata tersebut seringkali digunakan dalam kata panggilan yang berarti orang hina. Ada yang mengatakan, artinya kotoran.
Hal itu karena orang tersebut bodoh, disamping bodoh ditambah fasik, orang yang mempunyai cela karena melanggar larangan Allah dan Rasulullah,.

Seperti orang-orang yang sering mencela dan mentertawakan orang yg menyampaikan agama atau berdakwah, dia meremehkan, merendahkan, memperolok-olok dan sebagainya.
Itu yang sering dilakukan oleh #permadi_arya, alias #abu_janda, panglima cyber banser. disamping orangnya sudah Fasik, juga mempunyai Hobby yang sulit dihilangkan, yaitu Hobby mencemooh, memperolok-olok dan merendahkan Ulama' istiqamah yg berjuang dan berdakwa demi agama.
Permadi arya, alias abu janda telah didapuk sebagai panglima cyber banser oleh oknum-oknum yg imbesil, pada esensinya dia hampir tak ada beda dengan luka' bin luka' sebab semua ciri-cirinya melekat pada jatidiri permadi arya alias abu janda
Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
لا تقوم الساعة حتى يكون أسعد الناس بالدنيا لكع بن لكع
Hari kiamat tidak terjadi hingga manusia yang paling bahagia di dunia ialah Luka' bin Luka'.
Hadits tersebut mempunyai hadits penguat dan menjadi shahih dengannya.
Kenapa orang Fasik berjiwa Munafik seperti permadi arya didapuk menjadi pemimpin (panglima cyber banser) oleh oknum-oknum yg imbesil didalam tubuh ormas islam di indonesia??
Jawabanya sangat Mudah, yaitu karena kita Hidup di ujung zaman yang sudah mulai menua, maksiat mearajelela tanpa merasa malu pelakunya.
Sabda baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam
لا تقوم الساعة حتى يَسُود كل قبيلة منافقوها
Hari Kiamat tidak terjadi hingga orang-orang munafik setiap kabilah menjadi pemimpin di setiap kabilah.
Semoga menjadi bahan renungan

Indonesian Free Press -- Pada tanggal 31 August 2016 Senat Brazil memecat Presiden Dilma Rousseff dari jabatannya. Ini hanya berselang kurang dari 9 bulan setelah pada tanggal 2 Desember 2015, Chamber of Deputies (Parlemen) Brazil menerima petisi pemecatan Rousseff menyusul adanya aksi-aksi demonstrasi menentang Rousseff karena tuduhan korupsi yang tidak pernah terbukti.

Padahal Rousseff adalah presiden yang populer, jauh lebih populer dibandingkan tokoh-tokoh lain dari kubu oposisi. Dan ia adalah kepala negara dan kepala pemerintahan dan panglima tertinggi angkatan bersenjata. Namun ia seolah tidak berdaya sama sekali melawan kampanye lawan-lawan politiknya.


Hal berbeda terjadi terjadi di Venezuela. Meski menghadapi tekanan bertubi-tubi, massif dan sistematis dari lawan-lawan politiknya yang didukung Amerika, Presiden Nicholas Maduro mampu bertahan. Ia kini bahkan berada di atas angin setelah parlemen yang dibentuk pada pendukungnya (Dewan Konstitusi) berhasil mengendalikan parlemen yang semula dikuasai kubu oposisi.

Baik Rousseff maupun Maduro adalah dua pemimpin Amerika Selatan yang tidak diinginkan oleh kekuatan modal dan politik neoliberalisme internasional yang berbasis di Amerika. Mereka tidak diinginkan karena berhasil membangun kekuatan politik dan ekonomi yang tidak bisa dikendalikan Amerika.

Namun, mengapa Rousseff tumbang dan Maduro bisa bertahan? Jawabannya adalah karena Rousseff tidak bisa memisahkan diri secara tegas dari para komprador neoliberalisme, sementara Maduro bisa.

Di era globalisasi seperti sekarang, memang sulit melepaskan diri dari jerat-jerat neoliberalisme. Para elit penguasa di hampir semua negara, hampir semuanya memiliki ketergantungan pada kekuatan modal dan politik Amerika dan negara-negara poros neoliberalisme internasional seperti Uni Eropa dan Jepang. Bahkan negara-negara yang tampak independen dari kekuatan Amerika seperti Iran, Rusia dan Cina, tidak seratus persen terbebas dari jangkauan kekuatan neoliberalisme internasional.

Sebagai contoh Iran, mayoritas elit penguasa negara ini ternyata terikat secara emosional karena pernah belajar di negara-negara barat dan tidak menutup kemungkinan para penguasa negeri ini telah menjadi kader neoliberalisme internasional. Keluarga pemimpin revolusi Ayatollah Hashemi Rafsanjani, Presiden Hassan Rouhani dan Menlu Javad Zarif dan lain-lainnya adalah didikan Barat. Bahkan pemimpin tertinggi revolusi Iran, Ayatollah Khomeini, selama belasan tahun tinggal di Eropa.

Tidak heran jika paska pilpres Iran tahun 2009, terutama dengan menggunakan tangan Hashemi Rafsanjani, neoliberalisme internasional bisa memobilisasi kekuatan untuk menggoncangkan dan nyaris menumbangkan pemerintahan Iran. Dan hingga kini pun, Iran masih dilanda 'perang dingin' antara kubu reformis pro-Barat dan kubu konservatif anti-Barat. Rafsanjani yang selama dan paska revolusi berteriak-teriak menuduh Amerika sebagai 'Setan', justru mengirimkan anak-anaknya belajar ke sana.

Jika Iran saja tidak bebas dari pengaruh kekuatan neoliberalisme, apalagi Brazil dan Venezuela. Dan kegagalan Pesiden Brazil Dilma Rousseff membendung kekuatan agen-agen neoliberalisme di negerinya dikarenakan ia dan mentornya yang juga pendahulunya, Presiden Da Silva, tidak pernah bernyali untuk memisahkan secara tegas kekuatan-kekuatan pro-neoliberalisme dengan kekuatan-kekuatan nasionalis yang mendukungnya. Dalam kondisi seperti itu, ia dan para pendukungnya sendiri tidak memiliki keyakinan diri untuk bertindak tegas.

Rousseff mustinya bisa menetapkan situasi darurat dan memerintahkan militer untuk menghentikan pemakzulan terhadap dirinya. Namun, ia juga tahu bahwa jika ia melakukan hal ini, militer bisa membangkang dan justru mengkudetanya. Sementara militer yang awalnya mungkin mendukungnya, juga ragu-ragu untuk menindak tegas para penentang presiden mengingat langkah itu bakal dikecam pers dan ditolak dunia internasional yang sepenuhnya dikuasai kekuatan neoliberalisme.

Hal yang berbeda terjadi di Venezuela. Ketika pendahulu dan mentor Presiden Maduro, Hugo Chavez, memegang tampuk kekuasaan tahun 1999, ia berhasil memisahkan secara tegas para pendukungnya dengan para agen neoliberalisme, sedemikian rupa sehingga para pendukungnya disebut juga sebagai kaum Bolivarians. Merujuk pada nama Simon Bolivar, pahlawan kemerdekaan negara-negara Amerika Selatan, Maduro dan para pendukungnya dikenal dengan semangat nasionalisme dan anti dominasi Amerika.

Apa yang dilakukan Chavez dan diwariskan kepada Maduro adalah mengembangkan retorika-retorika anti-Amerika, selain tentu saja memperkuat infrastruktur politik kekuasaan pendukung-pendukungnya. Salah satu hal yang terkenal yang dilakukan Chavez adalah dalam even Sidang Umum PBB September 2006. Di atas mimbar ia menyindir Presiden Amerika kala itu, George Bush.

"Kemarin, di mimbar ini berdiri setan yang bau belerangnya masih terasa sampai sekarang," kata Chavez sembari memanjatkan do'a pengusir setan.

"...Kerajaan Amerika tengah berusaha keras untuk mengkondolidasikan sistem dominasinya atas dunia. Dan kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kita tidak boleh membiarkan diktator dunia mengkonsolidasi the American empire is doing all it can to consolidate its system of domination. And we cannot allow them to do that. We cannot allow world dictatorship to be consolidated."

Dalam kondisi seperti ini Chavez dan Maduro bisa mendapatkan dukungan penuh dari para pendukungnya. Hal ini juga berpengaruh juga dengan dukungan penuh militer. Mereka merasa percaya diri untuk mendukung pemerintah saat situasi dibutuhkan karena merasa didukung juga oleh rakyat. Tidak heran, ketika Chavez dikudeta oleh sekelompok militer yang bekerjasama dengan politisi agen neoliberalisme pada tahun 2002, militer Venezuela membela Chavez dan mendudukkan kembali Chavez ke kursi kepresidenan. Tidak hanya itu, organ-organ negara seperti Pengadilan pun menjadi percaya diri untuk menjadi pendukung pemerintah.

Bila Chavez harus mengalami pengalaman dikudeta militer, apa yang dialami penerusnya, Nicholas Maduro oleh tindakan-tindakan para pendukung neoliberalisme tidak kalah keras. Ia mengalami kudeta konstitusi ketika parlemen yang dikuasai kubu oposisi melakukan pemakzulan terhadapnya. Upaya ini berhasil digagalkan oleh Mahkamah Agung, yang bersama militer telah menjadi pendukung regim Maduro.

Gagal dengan upaya konstitusional, lawan-lawan Maduro yang didukung Amerika pun melancarkan gelombang aksi demonstrasi anarkis hingga konspirasi menciptakan kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok untuk mendorong kerusuhan massal. Tidak hanya itu, juga terjadi aksi serangan bersenjata ke Gedung Mahkamah Agung oleh sekelompok polisi agen asing dan disusul kemudian oleh percobaan pemberontakan oleh sekelompok kecil militer di sebuah pangkalan militer di daerah.

Ketika Maduro semakin terdesak dan tampak seperti tidak bisa ditolong lagi, ia hanya melakukan satu langkah kecil namun strategis. Ia hanya mengeluarkan Dekrit pembentukan Dewan Konstitusi dan dengan cepat berhasil membalikkan keadaan.


Bagaimana Indonesia?
Hanya sedikit negara yang bisa bertahan dari serangan proksi (agen) neoliberalisme internasional. Selain Iran dan Rusia, hanya Venezuela yang mampu. Yang lain bertumbangan seperti rumah kardus. Dimulai dengan runtuhnya Uni Sovyet dan berdirinya negara-negara Eropa Timur eks Pakta Warswa, tumbangnya regim Orde Baru di Indonesia tahun 1998, fenomena Arab Springs tahun 2009-2015, tumbangnya regim Victor Yanukovich di Ukraina tahun 2014 dan terakhir tumbangnya Dilma Rousseff. Padahal dibandingkan Maduro, Dilma Rousseff menikmati dukungan publik yang lebih besar. Ia terpilih dengan margin di atas 60%, Maduro hanya 50% lebih sedikit. Tapi Maduro bisa bertahan, sementara Dilma jatuh.

Lalu, bagaimana dengan INdonesia?

Kondisi Indonesia, dalam konteks neoliberalisme internasional, termasuk cukup parah. Saking kuatnya, regim neoliberalisme yang sedang berkuasa cukup percaya diri untuk mengangkat seorang warga negara Amerika sebagai menteri di bidang yang sangat strategis. Setelah diprotes publik ramai-ramai, jabatan itu dicabut, namun dikembalikan lagi setelah kondisi agak tenang. Dan berbeda dengan Brazil maupun Venezuela, Indonesia diserang oleh dua kelompok proksi neoliberalisme internasional, yaitu Cina dan Amerika.

Namun INdonesia adalah bangsa yang sangat istimewa, yang menjadi pelopor gerakan kemanusiaan pada berbagai massa. Sejarah bangsa ini juga mampu memisahkan secara tegas kelompok-kelompok nasionalis dan opportunis proksi neoliberalisme asing. Dan inilah yang menjadi titik lemah kekuatan neoliberalisme.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengisolir dan memarginalkan kelompok-kelompok anti-neoliberalisme asing yang diwakili oleh orang-orang Islam dan kaum nasionalis, justru mengalienasi dan mengasingkan para pendukung neoliberalisme dari rakyat. Pada akhirnya kelak, para pendukung neoliberalisme Indonesia akan terdepak dari panggung kekuasaan, seperti buih di atas ombak. Insya Allah.(ca)


Oleh: Hendrajit*

Indonesian Free Press -- Mega proyek kota baru seperti Meikarta, LIPPO Karawaci, dan sebagainya, sejatinya merupakan jalur sejarah perlawanan sultan agung terhadap VOC Belanda ke Batavia. Jadi sesungguhnya ini adalah penghancuran budaya nusantara dan ingatan kolektif bangsa atas nama pembangunan ekonomi dan modernisasi.

Karawang dulu adalah daerah kekuasaan Pajajaran... Karawang sdh dikenal luas krn merupakan daerah perlintasan antara kekuasaan pajajaran di pakuan (bogor) dan Galuh Ciamis. Setelah pajajaran runtuh Karawang di bawah kekuasaan kerajaan SumedangLarang yang meliputi Karawang, Bekasi, purwakarta, subang.


Saat masa kekuasaan Mataram Islam... karawang menjadi kabupaten di mana bupati nya yg terkenal Raden Singaperbngsa.

Saat Sultan Agung ingin menyerang VOC di Batavia... pasukan mataram berhenti di Karawang untuk menyiapkan logistik yaitu dengan membuka persawahan. Itulah kenapa Karawang akhirnya dikenal sebgai Lumbung Padi Jawa Barat.

Bukan hanya itu, banyak tentara mataram yg tidak kembali ke mataram tetapi hidup turun temurun di Karawang. Saat penyerbuan batavia, pasukan mataram diperkuat pasukan dari priangan, madura, bali bahkan bugis.

Pasukan via laut dipimpin oleh tumenggung bahureksa sedangkan pasukan via darat dari priangan dipimpin adipati Ukur. Mereka bertemu di Karawang sebelum menyerang batavia.

Dalam kekinian... daerah bekasi cikarang karawang adalah jalur sejarah perlawanan terhadap VOC. Penduduk yg tinggal di sana dulunya adalah sisa2 prajurit gabungan mataram. Dan penduduk asli di situ sekarang adalah keturunan prajurit2 yg melawan VOC.

Kekinian Bekasi sekarang adalah pembangunan perumahan oleh Sumarecon. Cikarang ada Meikarta Lippo. Karawang ada Grand Taruma dan Taruma City nya Podomoro.***


Hendrajit, Global Review Institute, dicopas dari status Facebook-nya.

Indonesian Free Press -- Indonesia dikabarkan akan membeli 11 pesawat tempur Sukhoi senilai $1,14 Miliar dengan sebagian pembayarannya menggunakan komoditas pertanian. Demikian laporan Veterans Today, kemarin (24 Agustus).

"Negara Asia Tenggara ini telah menjanjikan akan mengirimkan komoditi-komoditi senilai $570 juta sebagai tambahan pembayaran kas untuk jet-jet Suhkoi SU-35, yang direncanakan akan dikirimkan dalam beberapa tahap selama dua tahun," tulis Veterans Today.


Mengutip keterangan Mendag Indonesia Enggartiasto Lukita dalam pernyataan bersama Menhan Ryamizard Ryacudu rincian tentang jenis komoditi dan jumlahnya masih dalam perundingan kedua negara. Namun Lukita telah menyebutkan di antaranya adalah minyak sawit, teh dan kopi.

Kesepakatan tersebut diharapkan segera ditandatangani oleh BUMN Indonesia PT Perusahaan Perdangangan Indonesia dan BUMN Rusia Rostec. Rusia seperti diketahui saat ini tengah menghadapi sanksi Amerika.

Transaksi ini, sebut Veterans Today, bisa mengatsi masalah Indonesia yang memiliki masalah serius dalam pengadaan peralatan militernya yang sudah uzur. Bagi INdonesia, transaksi ini juga memberikan alternatif bagi pemasaran produk minyak sawitnya yang tengah menghadapi ancaman dari Uni Eropa.

Tahun lalu Indonesia memiliki surplus perdagangan senilai $411 juta dari Rusia. Indonesia berharap bisa meningkatkan perdagangan dan kerjasama di berbagai bidang dengan Rusia, termasuk pariwisata, pendidikan, energi, teknologi dan industri penerbangan.(ca)

Indonesian Free Press -- Saya lagi kecanduan nonton MetroTV .. Dari semalam gencar banget bahas species baru bernama SARACEN.. Eh Pas nyetel pagi ini si MetroTV lagi bedah Editorial di Prime Time dengan balutan berita dan wawancara Paulus Wirutomo.

Ada yang tahu si Paulus ini siapa?? Mungkin kalian tahu kan dari namanya saja sudah tahu arahnya terlebih lagi yang nyiarin adalah MetroTV.

Bisa-bisanya pula nih makhluk SARACEN lengkap dengan struktur organisasi, emang perusahaan cong?


Coba lihat pelakunya pasti berhijab... apalagi pesan yang disampaikan kalo bukan bahwa muslim itu pemecah-belah bangsa... entah isinya orang mana tetapi aksesoris jilbab dikonotasikan pelakunya. Ingat kan rame-rame dulu yang dukung si Anu juga berjilbab.

Tiba-tiba teringat kasus Obor Rakyat? Dulu mereka pun menuduh kita di balik itu. Tapi ternyata, belakangan kok pimpinan Obor Rakyat justru diangkat jadi orang penting. Aneh, kan?"

Dia bermain, dia yang teriak, buat framing di MetroTV lalu dituduhkan kepada pihak seberang, dan siapapun yg mengkritik maka akan dikaitkan dengan Saracen. Coba lihat saja sehari ini... Semua orang yang suka mengkritik pemerintahan Jokowi, mereka akan hubung-hubungkan dengan Saracen, seolah-olah kita semua adalah anggota Saracen."

Lebih aneh lagi ketika saya tahu, bahwa para pengurus Saracen katanya diringkus oleh polisi. Tapi website-nya (yang saya temukan dari hasil googling tadi pagi) ternyata masih aktif dan masih update dengan berita-berita terbaru.

Sepertinya sedang ada KONSPIRASI BESAR untuk menuduh kita semua yang mengkritik pemerintah sebagai anggota Saracen. Padahal kenal juga kagak. Kalo sama Sarasechan sih tahu banget ...

Coba lihat Netizen seberang sana, mereka aman banget fitnah dan lempar hoax kepada pihak yang dianggap musuh pemerintah. Mereka dikasih panggung-panggung kehormatan dan jadi pembicara2 TOP dengan modal bacot tanpa ilmu.. kalo mereka pinter agamanya kan sudah jadi penceramah tersohor atau kalo sekelas Doktor kan bisa jadi keynote speaker di seminar-seminar, lha si Abu Janda dkk emang punya ilmu apa??

Ini adalah langkah terakhir keputusasaan setelah semua stasiun Televisi dikuasai, tinggal Medsos yang belum bisa dikendalikan. Maka menakut-nakuti dengan framing media dan pidana adalah solusi. Mendekati 2019 makin panas ya?

Ngomong-ngomong...
MCA ketuanya siapa??




Keterangan: Dicopas dari Agus Santoso
Oleh: Apiek danken

Indonesian Free Press -- Kayaknya korban adu domba ada yg mulai sadar nih.
Selama ini generasi muda NU dihasut dan diprovokasi untuk melawan saudaranya sendiri bahkan termasuk juga saudara dari kalangan Nahdliyin yg berbeda pandangan.
Kenyataannya...

Siapapun yg berlawanan dengan penguasa, langsung dituduh sebagai wahabi, pentol korek, sumbu pendek dan anti NKRI.

Kalian merasa sedang melakukan pertempuran suci melawan wahabi?

Apa kalian nggak sadar?


Kalo penguasa memang niat cari solusi, sudah dari dulu perdebatan aswaja wahabi dicarikan solusi.
Apa penguasa sedemikian lemahnya terhadap wahabi sampai sampai harus kalian yg selalu menghadapi?

Mikir nggak?

Kita ngotot saling debat sendiri.

Tau tau listrik naik, petani gula terdzolimi, mahasiswa diharuskan punya NPWP dan BANYAK LAGI KEJADIAN DI RAKYAT KECIL YG SELAMA INI KALIAN TAK MAU PEDULI.
Dengan FDS sekarang kalian merasa sendiri.

Atau, bisa jadi juga memang kalianlah yg memilih untuk sendiri.
Tapi kalau kau mau introspeksi ....
Di mana ABU JANDA?
Di mana DENI SIREGAR?
Di mana NUSRON?
Di mana Nuril?
Di mana Domba2 buta tukang penyebar fitnah dan pengedit photo2 ulama habaib..??
Di mana mereka mereka yg membawa nama NU, dan sering mengajak kalian meneriakkan kemarahan terhadap kami?
Bukan cuma kalian yg cinta NKRI

Solo, 25 agustus 2017



Dicopas dari status Facebook Moh. Anwar Kholiq

Kebijakan Jonan yang merugikan PGN dengan notabene sebagai BUMN, lalu memilih untuk menguntungkan perusahaan asing, menyebabkan keprihatinan bagi Marwan, bagaimana tidak? Selama ini PT PGN sebagai BUMN menjadi tumpuan untuk membangun infrastruktur gas. Melalui kuasa pemerintah, perusahaan itu ditugaskan membangun jaringan gas untuk mendukung program pemerintah.

Namun pada saat pembicaraan harga, pemerintah malah memaksa PGN agar merubah kontrak yang telah disepakati secara B to B jauh hari sebelumnya hanya untuk memberikan keuntungan yang lebih baik pada Conocophillip. Yang lebih mengherankan, tidak ada alasan logis yang mengharuskan harga itu dinaikkan, karena pada faktanya Conocophillip tidak melakukan pengembangan lapangan.

“PGN dibuat rugi demi Conocophillips, sementara PGN itu membangun jaringan transmisi dan jaringan distribusi, kalau gini (harga beli dinaikkan) dari mana PGN dapat uang dan bagaimana dia mengembangkan jaringan gas ke depan? Kalau dia tidak dikasih kesempatan justru yang dikasih kesempatan Conocophillip. Nah ini Jonan bekerja untuk siapa ini Jonan?” Pungkas Marwan.
Indonesian Free Press -- Komplotan Saracen yang kini tengah menjadi pemberitaan media nasional, diduga kuta turut terlibat dalam pilkada DKI lalu di pihak Ahok.

Sebagaimana dilaporkan situs Suara Nasional, 24 Agustus, Komplotan Saracen (IST) yang suka menyebarkan isu SARA dan adu domba yang telah ditangkap kepolisian, pernah dipakai konsultan politik di Pilkada DKI Jakarta serta kalah jagoannya.

“Desas-desus sebuah konsultan politik membayar orang hidupkan isu SARA agar jagoannya menang di Pilkada DKI dan Jabar. Di DKI sudah keok,” tulis mantan Staf Khusus era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter @andiarief_
Konsultan politik yang mana yang dimaksud Andi Arief? “Polisi tentu punya informasi banyak soal lembaga konsultan politik yang sudah jauh hari sebelum Pilkada DKI membayar orang mainkan isu SARA,” tulis @andiarief_. @andiarief__ menulis: “Saya sudah mendengar lama lembaga konsultan politik C (Charta Politica?) yang membayar orang untuk memainkan isu SARA agar isu toleransi memenangkan jagonya.”

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Faril Imran mengatakan, kelompok Saracen adalah buzzer yang dibayar untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) bernuansa SARA hingga berita hoax. Mereka memiliki pengikut hingga ratusan ribu akun. Fadil mengatakan motif kelompok tersebut adalah untuk kepentingan ekonomi. Mereka dibayar oleh pemesan untuk menyebarkan berita-berita bohong hingga ujaran kebencian bernuansa SARA yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Tulisan asli silakan klik di sini:
Indonesian Free Press -- Ring jakarta mereka gagal, ring banten mereka gagal, satu2nya dan terakhir ring jabar.

Mereka akan habis2an keluarkan dana untuk jabar.

Jika jabar mereka kalah, hampir dipastikan dana mereka habis, di saat itulah, kita habisi mereka dengan ekonomi rakyat.
Sampai mereka benar2 lapar dan mati.

Selanjutnya perlu waktu lama bagi mereka untuk menghimpun kekuatan lagi.

Bahkan bisa jadi kekuatan yang tersisa mereka menyerah, khusus dari tiongkok mereka akan pergi kabur terbirit2 ke tiongkok pulang, sedangkan 9 tikus mungkin akan bangkrut dan babak belur.

Bisa jadi mereka akan bunuh diri atau melebur dengan rakyat pribumi.


Ada kelemahan2 mereka yang saya amati selama saya menggeluti dunia bisnis dan mengenal sepak terjang mereka...
1. Mereka tidak tahan lapar. Karena itu buatlah mereka kelaparan.

2. Mereka mudah panik dan tidak siap miskin, bagi ajaran tionghoa, miskin adalah terhina dan aib bagi keluarga. Apalagi wanita2 tionghoa dalam masalah rezeki cukup menyeramkan bagi para suami2 mereka.

3. Mereka tidak tahan berpayah2 berpanas2 berhujan2 dengan cuaca. Karena terbiasa hidup di ruangan tertutup.

4. Mereka mudah stress dan pelarian mereka minuman keras mabuk2an dan perempuan.

5. Mereka masih takut dengan TNI, karena idealisme TNI yang cinta tanah air dan tokoh sudirman yang melekat kuat dalam jiwa TNI membuat mereka masih takut terhadap TNI, kecuali sebagian kecil TNI yang pengkhianat.

saya uraikan sebagai kiasan, saya yakin semua mampu menterjemahkan maksud saya.
Satu lagi,

6. Mereka tidak terbiasa tak ada rotan akar pun jadi. Segala sesuatu harus ada dgn cara menghitung atau merampok atau menipu.

Tidak ada kamus gerilya dalam hidup mereka.
Nambah lagi..

7. Diantara mereka sesungguhnya ada perang dingin, mereka bermusuhan dan bersaing satu sama lain, apalagi kalo bukan urusan rebut2an rezeki.

Lihat saja HTS dan BCP tidak bersatu.

Di bogor, lippo panik sekali akhir2 ini, mereka bikin mall berdekatan jaraknya, dan sepi pembeli. Dimana2 renovasi matahari dan sepi pembeli. Mereka sedang panik.
Dan orang panik akan mudah kita kalahkan.

Di sini tertulis lippo pun punya banyak musuh yang satu agama dan satu etnis dengan mereka, kita bisa rangkul keluarga atau keturunan mereka yang masih hidup untuk melampiaskan amarahnya karena salah satu anggota keluarga mereka dibunuh oleh lippo.

Dompet 9 tikus sudah habis terkuras di DKI. Untuk jabar mereka akan jor2an mengeluarkan seluruh isi dompet mereka.
Karena banyak kantor2 pusat, pabrik2, bank2, property2, dan mesin2 uang mereka di jabar.

Jika Alloh SWT berkehendak mereka kalah di jabar, semoga mungkin perkiraan saya, mereka selanjutnya benar2 kapok dan trauma tidak akan pernah lagi sedikitpun mencoba untuk berpikir menguasai Indonesia.

Aamiiiin YRA.
Daan selanjutnya...
Setelah jika mereka di jabar kalah, mereka kehabisan energi untuk pemenangan sang kodok RI 1.

Akhirnya Sang Kodok akan dibiarkan hancur dengan sendirinya tanpa suapan lagi dari mereka.

Sesungguhnya 9 tikus itu belum mendapatkan apapun sampai sekarang setelah sejumlah dana mereka terkuras untuk pemenangan kampanye JW dan BCP.

Terlihat di mata BCP sebenarnya yang dia takutkan adalah 9 tikus itu. BCP sama sekali tidak takut habib rizieq dan FPI.
BCP takut gagal melaksanakan titipan 9 tikus.

Namun sekarang BCP sedikit tenang dipenjara dilindungi aparat rumah tahanan. Setidaknya dia merasa aman dari kemarahan 9 tikus karena dia telah gagal menghancurkan rencana2 9 tikus
Pada dasarnya BCP telah gagal mewujudkan mimpi china dan 9 tikus menguasai Indonesia.

Sekarang yang tersisa tinggal jabar dan RI 1.

Seperti BCP, JW pun menuju ke ambang kegagalan.

JW sendiri pun belum membalas baik budi maupun rezeki apapun kepada 9 tikus yang telah berjasa untuk pemenangan JW. Makanya JW terlihat kurus dan stress. Mirip sekutunya, JW pun sesungguhnya takut kepada 9 tikus, karena banyak proyek2 9 tikus mangkrak dan berjalan di tempat. JW tidak takut sama sekali kepada MS ataupun oposisi.

2 tahun ke depan ini memang perjuangan luar biasa untuk kita yang sangat mencintai NKRI bebas dari penjajahan apa pun.***


Dicopas dari statut Facebook Mardanus Dody
Indonesian Free Press -- Keinginan Turki untuk memiliki sistem pertahanan udara S-400 akhirnya mendekati kenyataan. Produsen rudal Rusia mengkonfirmasi hal itu seperti dilaporkan Russia Today hari ini (Selasa, 22 Agustus).

"Kontrak penjualan S-400 ke Turki telah sampai di tahap akhir," tulis Russia Today mengutip keterangan Direktur Rosoboronexport (perusahaan Rusia pembuat rudal S-400), Aleksey Mikheev kepada pers hari Selasa.

Menurut Mikheev pihaknya telah menandatangani kontrak, namun masih ada beberapa hal lagi yang harus dilengkapi, terutama masalah teknis.


Rusia dan Turki telah mendiskusikan masalah itu sejak November 2016, dan sejumlah pejabat kedua negara telah mengkonfirmasi bahwa pembicaraan tentang kontrak tersebut telah sampai pada tahap akhir.

Disebut-sebut sebagai sistem pertahanan udara terbaik di dunia, S-400 sanggup menembak jatuh semua jenis pesawat dan rudal pada jarak hingga 400 km. Senjata ini bahkan diklaim sanggup menembak jatuh rudal ballistik pada jarak 60 km. Lebih dari itu, senjata ini sanggup menangani 36 sasaran secara simultan dan menggunakan beberapa jenis rudal untuk menangani sasaran berbeda.

Pada bulan Juni lalau Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah siap untuk menyuplai S-400 ke Turki.

“Kami tengah mendiskusikan kemungkinan penjualan S-400 ke Turki. Kami siap untuk itu,” kata Putin.

“Kami siap untuk mengirim sistem terbaru dan paling efisien ini. Presiden Erdogan dan militer negara kami serius membicarakan hal ini,” tambah Putin.(ca)
Kafil Yamin*


Indonesian Free Press -- 10 juta hektar hutan perkebunan sawit dikuasai tak lebih dari 25 keluarga [Karena perusahaan keluarga]. Menyebut beberapa yang terbesar: Grup Sinar Mas, Grup Salim, Grup Wilmar, Grup Surya Dumai. Nilai kekayaan mereka tercatat 69,1 miliar dolar.

Bulan ini, ketika ummat Islam memerlukan sapi untuk Qurban, kebutuhan sapinya dipasok oleh tak lebih dari 20 perusahaan pemegang kuota impor sapi. Meski 20, mereka ini satu kelompok. Harganya teserah kesepakatan mereka.


Anda belanja kemana? Carefour? Oh, saya lebih sering ke Alfamart-Indomart untuk membantu minimarket, tapi agar anda tahu si raksasa Carefour dan si imut Alfamart itu pemiliknya sama. Carefour memilki 75persen saham Alfa.

Gedung-gedung perkantoran, perumahan mewah, apartement, jalan-jalan, yang banyak dan mewah itu dibangun oleh segenggam perusaan properti. Untuk menyebut beberapa: PT Agung Podomoro, PT Agung Sedayu, PT Alam Sutera, Ciputra. Mereka ini satu keluarga juga.

Suara publik dari 260 juta rakyat Indonesia ini diatur oleh 6-7 perusahaan media pemlintir berita yang kualitas jurnalistiknya tak lebih bagus dari medsos.

Uang yang berseliweran di negara ini hanya dikuasai 35persen Bank Pemerintah, selebihnya oleh bank Asing.

Para juragan raksasa itu juga donatur partai. Artinya kekuasaan pun milik mereka. Paling tidak mereka bisa atur.

Itu anak ingusan (Reza Rahardian, juga umumnya para kecebong) yang bilang negara ini bukan milik kelompok agama tertentu, tak mengerti agama dan tak mengerti negara.***



*Wartawan senior. Dicopas dari status Facebook beliau.
Indonesian Free Press -- Pengantar:

Sehari sebelum Milad FPI tanggal 19 Agustus lalu, polisi memeriksa Habib Rizieq di Arab Saudi. Habib yg terlihat ceria didampingi pengacaranya Sugito Atmo Prawiro, saat pemeriksaan.

Dalam pemerinsaan tersebut, HRS membantah semua tuduhan. Dan karena kasus Chat itu penuh dengan rekayasa politik, maka pengacara Habib Sugito mengajukan surat ke Kapolda Metro, agar Polri menerbitkan SP3 ( surat penghentian penyidikan).

Alhamdulillah polisi sudah menanggapi dan saat ini tengah mentelaah surat yg diajukan pengacara Habib tersebut. Mohon para haters Habib Rizieq tidak pingsan-pingsan ya. (Nanik Sudaryati)


Penghentian kasus Habib Rizieq sangat mungkin mengingat kekuatan beliau dalam menghimpun suara massa ummat Islam Indonesia. Kekalahan Ahok dalam Pilkada DKI lalu adalah salah satu dampak dari keberhasilan penggalangan suara yang dilakukan Habib Rizieq. Menghadapi Pilpres 2019 mendatang, semua kandidat, termasuk Jokowi harus memperhitungkan faktor Habib Rizieq. Setiap kandidat yang diangggap bertentangan dengan Habib, hampir dipastikan akan banyak kehilangan suara dari ummat Islam.

Kabar tentang kemungkinan penghentian kasus Habib Rizieq telah tersebar luas paska pertemuan Presiden Jokowi dengan delegasi GNPF-MUI sebelum lebaran lalu. Kala itu tersiar kabar bahwa Jokowi telah setuju untuk menghentikan kasus Habib Rizieq yang memang sangat berpotensi menjadi kartu mati bagi Jokowi secara perhitungan politik, juga kredibilitasnya sebagai pemimpin yang dianggap tidak bisa menghentikan proses hukum yang sangat kentara penuh rekayasa itu.

Di sisi lain, kedengkian terus ditunjukkan oleh para pembenci Habib Rizieq. Si Desi (Denny Siregar) dan situs Seword, misalnya, berhalusinasi bahwa polisi tengah berusaha menjebak Habib Rizieq dengan berpura-pura menghentikan kasusnya, namun setelah beliau kembali ke Indonesia kasus-kasus yang lain akan dijeratkan kepadanya. Dengan nyata ia telah menuduh polisi telah merencanakan kejahatan.

Berikut adalah berita yang dicopas dari situs Detiknews tentang kemungkinan penghentian kasus Habib Rizieq, kemarin (21 Agustus).

---------------------

Polisi Telaah Kemungkinan Penghentian Kasus Rizieq

Jakarta - Polisi mengaku belum menerima permohonan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari pihak imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Polisi juga masih menelaah kemungkinan penghentian kasus dugaan chat berkonten pornografi di situs baladacintarizieq itu.

"Kita belum dapat informasi itu untuk surat itu. Tapi kita akan telaah. Namanya kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Argo mengatakan pengeluaran SP3 itu sepenuhnya merupakan kewenangan Polri. Semua proses yang dilakukan polisi itu bergantung pada fakta hukum yang ada di lapangan.


Baca juga: Habib Rizieq Nilai Kasusnya Sarat Politis dan Minta Dihentikan

"SP3 yang mengeluarkan kepolisian. Semua bisa terjadi. Semua kemungkinan bisa terjadi. Apakah itu bisa dihentikan atau tidak. Itu tergantung fakta hukum di lapangan," ungkapnya.

Argo lantas menjelaskan proses pemeriksaan Rizieq di Arab Saudi. Menurutnya, pemeriksaan belum dilakukan secara keseluruhan karena terkendala masalah waktu dan kondisi.

Baca juga: Polisi Persilakan Habib Rizieq Ajukan Saksi Meringankan

"Ya intinya kita mendapatkan informasi yang diminta oleh penyidik. Tapi belum keseluruhan karena masalah waktu kemudian juga situasi. Nanti kalau ada kekurangan kita akan tanyakan lagi," jelasnya.

Saat ditanya mengenai inti proses pemeriksaan, Argo hanya menerangkan pihaknya hanya berusaha mencocokkan keterangan saksi dan tersangka.

Baca juga: Habib Rizieq Tunjuk Muzakir dan Hermansyah Jadi Saksi Meringankan

"Ya intinya kita tetap mengkomunikasikan antara keterangan saksi kemudian dengan tersangka dan saksi-saksi lain," terangnya.

Sebelumnya, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat permohonan SP3 kepada Polda Metro Jaya. Dia berharap polisi segera melakukan gelar perkara terkait dengan kasus dugaan chat berkonten pornografi di situs baladacintarizieq itu. 
(knv/jbr)

Indonesian Free Press -- Turki akan meningkatkan kerjasama militer dengan Iran setelah kedatangan kepala staff gabungan Iran ke Turki minggu lalu. Demikian pernyataan Jubir Kepresidenan Turki seperti dilansir kantor berita Iran ABNA, Sabtu (19 Agustus).

Kepala Staff Gabungan Iran Jendral Mohammad Baqeri bertemu dengan Presiden Erdogan hari Rabu (16 Agustus). Ia juga bertemu dengan para pejabat tinggi Turki lainnya dalam apa yang disebut media-media Turki sebagai kunjungan pertama Panglima Angkatan Bersenjata Iran sejak Revolusi Iran tahun 1979.

Jubir Kepresidenan Ibrahim Kalin menyebut kunjungan itu sebagai 'sukses' dan 'berbuah manis'. Kedua pihak membahas berbagai isyu seperti perang melawan ISIS, kontra-terorisme serta kerjasama Iran-Turki-Rusia dalam memulihkan perdamaian di Suriah.

“Sebuah kesepakatan telah dicapai untuk menggelar pertemuan-pertemuan tingkat tinggi lanjutan,” kata Kalin kepada para wartawan.

"Sejumlah aksi juga akan dilakukan untuk meningkatkan kerjasama militer," tambahnya.

Baqeri yang memimpin delegasi militer Iran tiba di Turki pada hari Selasa pagi sebelum bertemu Erdogan di Ankara sehari kemudian. Setelah itu, ia berkunjung ke Istambul untuk bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi politik dan militer lainnya.

Meski sempat berlawanan dalam konflik Suriah, kedua negara bersama Rusia telah terikat dalam perjanjian kerjasama trilateral untuk menyelesaikan konflik Suriah secara damai. Ketiga negara berhasil mempertemukan pemerintah Suriah dengan kelompok-kelompok oposisi di ibukota Kazakhstan, Astana, tanpa melibatkan Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kunjungan Jendral Baqeri hanya berselang beberapa hari sebelum kunjungan Menhan Amerika Jim Mattis ke Turki. Hubungan Amerika dan Turki berada di titik terendah dimana keduanya berselisih tentang status kelompok Kurdi Suriah yang berjuang untuk menegakkan kedaulatan di perbatasan Suriah-Turki. Turki memandang kelompok Kurdi sebagai ancaman dan teroris, sementara Amerika menganggapnya sebagai sekutunya.(ca)
Indonesian Free Press -- Persis dengan perkiraan blog ini bahwa fenomena kemunculan Donald Trump sebagai presiden Amerika hanyalah sebuah tipuan untuk mengelabuhi publik Amerika yang sudah bosan dengan neoliberalisme, penasihat senior Donald Trump, Stephen K. Bannon pun akhirnya menyadari hal itu.

Dalam pernyataannya usai mengajukan pengunduran diri sebagai Pejabat Gedung Putih, Bannon mengatakan bahwa kepresidenan Donald Trump seperti yang diperjuangkannya telah berakhir. Kepemimpinan Donald Trump telah menyimpang dari yang diperjuangkannya.

"Kepresidenan Trump yang kami perjuangkan dan menangkan, kini telah berakhir," kata Bannon, Jumat (18 Agustus), setelah mengkonfirmasi pengunduran dirinya sebagaimana dilansir The Weekly Standard.

Stephen K. Bannon berhasil membangun imej Trump sebagai sosok yang nationalis-populis. Hal ini mampu menarik dukungan publik Amerika yang sudah muak dengan model pemerintahan neo-liberalisme yang telah mengantar Amerika ke dalam berbagai konflik bersenjata di dunia yang tidak memberikan kesejahteraan apapun bagi rakyat.

Namun, langkah-langkah Trump setelah terpilih justru bertentangan dengan imej tersebut. Dalam waktu beberapa bulan saja Trump sudah melibatkan militer Amerika secara langsung dalam konflik di Suriah dengan melancarkan serangan rudal jelajah terhadap pasukan Suriah. Padahal regim sebelumnya yang dituduh Trump sebagai 'gila perang', justru tidak pernah melibatkan Amerika secara langsung dalam konflik itu.

Dan kini, Amerika juga tengah terlibat ketegangan dengan Korea Utara. Sementara hubungan dengan Iran, Cina dan Rusia juga tidak semakin membaik. Terkait Iran, kesepakatan internasional tentang program nuklir Iran yang ditandatangani Amerika juga terancam hancur setelah Amerika memperpanjang sanksi kepada Iran.

“Pemerintahan ini akan berbeda, dan akan terjadi banyak pertempuran. Akan ada hari-hari baik dan hari-hari buruk, namun pemerintahan Trump telah berakhir,” tambah Bannon dalam keterangannya kepada wartawan.

Bannon mengatakan bahwa setelah tidak lagi berada di lingkar kekuasaan, ia akan kembali ke Breitbart, 'media enterprise' yang memperjuangkan nilai-nilai konservatifme Amerika dimana ia bekerja sebelum ditarik Donald Trump sebagai penasihat kampanyenya pada Agustus 2016.

Weekly Standard menyebutkan bahwa setelah pelantikan Trump, Bannon disingkirkan oleh pembantu-pembantu dekat Trump lainnya, terutama putrinya Ivanka, juga menantunya yang juga suami Ivanka, Jared. Bannon pernah menyebut keduanya sebagai globalis dan liberalis. Standard juga menyebut bahwa Donald Trump merasa iri dengan popularitas yang diperoleh Bannon setelah kemenangan Trump. Wajah Bannon, misalnya, menjadi  cover di majalah Time.

Bannon mengatakan bahwa pengunduran dirinya adalah bersifat sukarela dan sengaja dipilih waktunya tepat setahun setelah ia bergabung dengan Trump, yaitu tanggal 14 Agustus. Ia mengungkapkan telah menyampaikan pengunduran dirinya langsung ke Trump.(ca)
Indonesian Free Press -- Para pencibir FPI yang suka menuduh organisasi itu sebagai kelompok intoleran, mungkin harus tertunduk malu dengan hadirnya sejumlah tokoh lintas agama dalam acara Milad ke-19 FPI yang digelar di Stadion Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (19 Agustus).

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pendeta S Supit yang juga hadir dalam acara itu bahkan mengaku  berhubungan baik dengan FPI termasuk dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Supit bahkan kenal baik Rizieq dan keduanya sering berdiskusi.

Menurutnya, kesan keras yang ada pada Rizieq tidak seperti apa yang dibayangkan banyak orang. "Di luar memang (Rizieq) ada terkesan keras, tetapi kalau saya lihat, saya kenal, ternyata tidak seperti yang diduga itu," kata Supit usai menghadiri milad FPI.


Supit mengaku sering bertemu dengan Habib Rizieq untuk berdiskusi. Dalam diskusi, Rizieq selalu mengedepankan melawan nilai-nilai kemungkaran atau pun hal-hal yang menjatuhkan kemanusiaan. Misalnya memerangi prostitusi, kelab malam dan lainnya.

"Kalau Habib (Rizieq) memerangi itu (prostitusi), saya juga tidak suka itu. Itu kan hal-hal yang akan merusak bangsa kita," kata dia.

Supit melanjutkan, cara Rizieq dalam memerangi hal-hal yang bertentangan dengan pemahaman Islam merupakan haknya. Sebab, menurutnya, semua orang punya hak dalam beriman.

Supit mengatakan bahwa hubungan antara umat Kristen dengan FPI dan Rizieq sangat baik. Dirinya sering berdiskusi membahas soal kebangsaan dan toleransi. "Jadi kami tidak ada sekat sama sekali hubungan kami dengan FPI sangat baik," tambahnya.

Supit menceritakan kisah 13 tahun lalu saat umat Kristen melaksanakan paskah nasional pertama kali di Monas, Jakarta. “Kami melakukan silaturahim kepada Habib Rizieq, beberapa pendeta juga melakukan dialog dengan Habib. Saya bisa akrab bisa berbicara dengan Habib karena mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," kata dia.

Secara akidah dan iman, dia mengatakan, FPI dan umat Kristen memang berbeda. Tetapi dari hakikat sebagai manusia, semuanya saling menghargai. Habib Rizieq menerima baik pandangan tersebut dan PGI.

Selain perwakilan PGI, milad FPI juga diikuti ribuan kader. Bahkan Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan dan putra mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto, turut menghadiri acara tersebut.

Menurut wartawan senior dan aktifis medsos Nanik Sudaryati acara milad tersebut diperkirakan dihadiri oleh lebih dari sejuta orang, terlihat dari banyaknya peserta yang tidak bisa masuk ke dalam stadion.(ca) 

Indonesian Free Press -- Komisioner KPK yang terkenal kritis, Natalius Pigai, mengecam Presiden Jokowi yang dianggapnya tidak peduli dengan situasi di Papua setelah terjadinya aksi demonstrasi eks karyawan Freeport yang berakhir rusuh.

"Jokowi bisu setelah ditemui Dubes Amerika. Saya pontang panting urus sendiri. Memangnya siapakah saya orang kecil ini?," demikian tulis Pigai di status Facebook-nya hari ini (20 Agustus).

Menurut Pigai ia sampai tidak tidur semalaman untuk menangani kasus ribuan karyawan yang menuntut nasibnya di Timika. Ia pun telah melakukan koordinasi dengan Kapolri, Wakabaintelkam Mabes Polri, Kapolda Papua, Menejemen Freeport dan Ketua SPSI Timika. Ia juga berdialog dengan para saksi mata/warga Timika serta koordinator lapangan aksi demonstrasi yang berakhir rusuh itu.


"Saya mendengar minggu depan pimpinan tertinggi Freeport akan datang bertemu di Komnas HAM RI. Saya sampaikan silakan datang, saya akan menerima karena pimpinan Freeport berarti harga diri negeri ini dihormati. Kami bukan orang2 rendahan, kami adalah tuan tanah (land lord), kami juga bukan pekerja babu ( blue colar) sebagaimana diskriminasi dan segregasi korporasi kolonial di negara2 dunia ketiga," tulis Pigai lagi, yang sebelumnya mengaku telah mengusir Wakil Direktur Freeport yang henak menemuinya karena ia hanya bersedia bertemu pimpinan tertinggi Freeport.

"Kami hanya minta DAMAI: 1) kembalikan seluruh karyawan ke tempat dan posisi semula. 2) Gaji dan seluruh hak2 karyawan dipulihkan kembali. Ini soal hidup dan penghidupannya. Kehidupan karyawan Freeport terancam dan hampir jatuh miskin. Tuhan Tolonglah Kami," tambah Pigai dalam statusnya itu.(ca)
Indonesian Free Press -- Sejumlah politisi Iran dikecam setelah bertingkah seperti ABG alai dengan berebutan berfoto 'selfie' dengan politisi wanita Uni Eropa.

Seperti dilaporkan The Guardian, 6 Agustus lalu, sejumlah anggota parlemen Iran, termasuk yang mengenakan sorban sebagai simbol ulama Shiah, berebut untuk berfoto selfie dengan Federica Mogherini, Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, usai pelantikan Presiden Hassan Rouhani. Akibatnya, mereka pun mendapatkan kecaman ramai-ramai oleh publik Iran.

Namun, sebagian dari kecaman itu juga berbau politis dengan faksi reformis pendukung Rouhani menjadi korbannya. Karena sebagian besar anggota parlemen yang dikecam itu berasal dari kubu tersebut.


Dengan baju warna hijau dan penutup kepala, Ms Mogherini yang sudah hendak meninggalkan ruangan Gedung Parlemen, tampak didorong ke belakang untuk berfoto bersama para anggota parlemen.

Media semi pemerintah FARS News Agency, mengikuti tagar 'Selfie yang memalukan' menyebut tingkah para politisi itu sebagai 'aneh'.

“Reaksi massa muncul atas tindakan memalukan dan tidak beradab dari sejumlah politisi, anggota Faksi Omid, saat bertemu Mogherini," tulis FARS sembari menyinggung anggota parlemen kubu reformis.

Seorang aktifis jejaring sosial populer bahkan menyamakan para politisi itu dengan 'tujuh kurcaci' dalam dongeng Putri Salju. Netizen lainnya menyebarkan gambar para politisi itu dengan gambar dalam adegan film 'Malena' yang memperlihatkan aktris Monica Belluci dikelilingi sejumlah laki-laki yang berebut memberikan pelayanan kepadanya.

Salah satu anggota parlemen yang dikecam itu, Ahmad Mazani, berkomentar di Twitter bahwa ia hanya melakukan reaksi spontan untuk menghormati Mogherini, setelah mereka dilarang untuk memberikan penghormatan kepadanya selama sesi parlemen berlangsung.

Namun bagi Sadegh Kharrazi, mantan diplomat Iran, kini diperlukan sebuah komisi etika dan pelatihan bagi para anggota parlemen.

Anggota parlemen lain, Alireza Salimi, bahkan menyebut tingkah para anggota parlemen itu sebagai bentuk 'penyerahan diri' kepada Barat. Menurutnya, kecaman yang lebih lanjut bisa memaksa dibentuknya penyelidikan atas insiden itu.

Hubungan antara Iran dan Uni Eropa sendiri tengah dalam kondisi yang tidak menyenangkan Iran setelah pada April lalu Uni Eropa memperpanjang saksi terhadap Iran dengan dalih pelanggaran HAM. Meski relatif lebih maju dalam hal emansipasi wanita dibandingkan sebagian negara tetangganya, Iran hanya memiliki seorang menteri wanita sejak Revolusi Iran tahun 1979, demikian laporan Human Rights Watch.(ca)
Indonesian Free Press -- Coba simak, Politik Gaduh ini memang sengaja dibuat. Gunanya apa? pengalihan fokus kita terhadap sepak terjang Taipan kapitalis yang kini tengah merampok negeri kita. Makar tetap berlanjut tanpa kita tahu harus berbuat apa ... karena mereka sangat mudah melemparkan tuduhan makar atas siapa saja yang berusaha menghentikan kegaduhan ini semua ... !!! Kalau CINA KORUP dan menindas pribumi itu biasa. Kalau pribumi menentang korupsi dan penindasan Cina itu SARA !

Rezim Cina penindas menggunakan cara-cara kolonial Belanda untuk meredam perlawanan Rakyat Pribumi, Belanda menjuluki rakyat pribumi yang melawan Penjajahan sebagai ekstrimis dan pengacau. Kalau Rezim Cina menuduh rakyat pribumi Yang Menentang Disebutnya RASIS/ SARA.

Siapa Sebenarnya Yang Rasis?


• Kolonial Belanda mengadu domba rakyat Pribumi dengan memecah-belah, menyuap sebagian pribumi. Rezim Cina juga sama. Bahkan dibantu opini media, Perlakuan rasis/ sara di hampir semua perusahan Cina adalah biasa. Pribumi yang menentangnya dicap SARA/ RASIS. Adilkah ini?

• 99% bandar narkoba perusak generasi muda Pribumi adalah orang CINA. Yang ditangkap dan dihukum berat pengedar teri dan pengguna yang 99% Rakyat Pribumi. Adilkah?

• Koruptor BLBI merugikan 700 triliun 99% adalah bankir CINA dan tidak disentuh hukum 99.99% korban korupsi BLBI rakyat Pribumi.

Rasiskah ?

• 99.99% pelaku transfer pricing yang merugikan negara puluhan triliun rupiah/ tahun adalah orang cina. Korbannya 100% rakyat indonesia. Rasiskah ?

• 99% bandar judi online, togel, dan sebagainya adalah orang cina. Pemain judi yang menjadi korban judi online dan togel 99% adalah pribumi. Rasiskah ?

• Pemilik karaoke, diskotek, bar, cafe, prostitusi di kawasan Kota perusak moral adalah cina. > 60% konsumennya adalah pribumi Rasiskah ?

• 90% pelaku suap ke pejabat-pejabat RI adalah cina. 99% koruptor yang ditangkap adalah pribumi. Rakyat menggugat diskiriminasi KPK. Rasiskah ?

• 99% perusak hutan dan lingkungan Indonesia adalah Cina. Korbannya adalah rakyat dan negara Indonesia. Rakyat memprotesnya. Rasiskah ?

• 90% pemilik HPH dan perkebunan swasta besar penguasa 9 juta hektar tanah Indonesia adalah Cina. Rakyat protes gigit jari. Rasiskah ?

• 90% perusak negara ini dari dulu hingga hari ini adalah orang cina seperti Ahok dan sejenisnya. Pribumi bangkit melawan cina. Rasiskah ?

• 90% pemilik Media Televisi penghancur karakter bangsa adalah orang Cina. Rakyat pribumi menggugatnya. Rasiskah ?
• Penyebar budaya suap/ korupsi di Indonesia adalah orang cina Suap/ korupsi adalah budaya cina ribuan tahun Pribumi jadi korbannya. Sara ?

Wahai penguasa yang masih waras otaknya Wahai penguasa piaraan penjilat cina Inilah suara pribumi tertindas untuk orang-orang CINA, Ahok dan sejenisnya !

Negeri ini milik pribumi Merdeka dengan Bertaruhkan darah nyawa Dan air mata ! pribumi Tak rela dirampok cina korup arogan penindas rasis Lawan !

Mari Kita Uji, Pribumi Atau Etnis Cina Yang Lebih Rasis

1. Apakah ada pribumi yang marah atau menuduh kwik kian gie sebagai koruptor dan rasis? Tidak ada !

2. Apakah ada pribumi yang tidak mengagumi Rudi Hartono atau Liem Swie King ? Tidak ada !

3. Adakah pribumi yang memaki maki Alvin Lie atau Sofyan Tan ? Tidak ada !

4. Apakah ada pribumi yang membenci Felix Siauw ? Tidak ada !
5. Coba lihat Salim Grup, Sinar Mas Grup, apalagi Gemala Grup. Salim, Eka Tijpta, Yusuf Wanandi sangat rasis pada pribumi Apakah ada pribumi menuduh Teddy Permadi Rahamat rasis ? Tidak ada !

6. Pemilik Salim, Gemala, Sinarmas Grup sejak berdiri sampai hari ini TIDAK memperlakukan sama pribumi dan non pribumi, Ini Yang Sebetulnya Sangat rasis !

Beda dengan ASTRA Grup, tidak ada pribumi apalagi Islam jadi General Manager, Kadiv, VIP terlebih direksi di Sinarmas, Salim, Gemala Grup dan Lain-lain.

Kesimpulannya, pribumi sebagai mayoritas menerima sepenuhnya orang cina menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Tapi mayoritas cina sebaliknya !

Salahkah Bila Pribumi melawan penindasan ?

Bung Hatta Pernah Bilang : Lebih Baik Indonesia Tenggelam Ke Dasar Lautan Dari Pada Jadi Embel-embel Bangsa Lain !!!***

Indonesian Free Press -- Sejak awal Turki telah terlibat dalam pemberontakan di Suriah yang telah menghancurkan segala aspek negara itu dan menewaskan ratusan ribu warganya. Namun, menyadari petualangannya tersebut menemui kegagalan dan bahkan balik mengancam keamanan Turki sendiri, regim negeri itu pun memutuskan menghentikan keterlibatannya di Suriah dengan menghentikan bantuannya kepada kelompok pemberontak.

Seperti dilaporkan Veterans Today, 14 Agustus lalu, Turki menghentikan dukungan kepada kelompok pemberontak untuk memulai normalisasi hubungan dengan Suriah.

"Turki telah memutuskan untuk menghentikan dukungan kepada kelompok National Coalition for Syrian Revolutionary and Opposition Forces (aka the Syrian National Coalition), yang meliputi berbagai kelompok pemberontak dalam konflik Suriah," tulis laporan itu dengan mengutip media Suriah Zaman el-Vasl.


Selama ini, tulis laporan itu, Turki menggelontorkan bantuan senilai $320.000 setiap tahun kepada Syrian National. Analis politik Turki Musa Özugurlu, menyebut keputusan Turki itu setelah Turki melihat tidak ada harapan lagi untuk memenangkan pertempuran di Suriah melalui kelompok pemberontak yang didukungnya.

“Setelah lima tahun, semua orang bisa melihat kelompok Syrian National Coalition tidak lagi memiliki masa depan. Pemerintah Turki menyadari bahwa mendanai kelompok ini tidak ada gunanya lagi dan memutuskan untuk berhenti,” kata Özugurlu kepada Sputnik Turkey.

Kini, Turki tengah memfokuskan perhatian pada upaya mengamankan diri dari ancaman yang datang dari kelompok-kelompok Kurdi yang terlibat dalam konflik Suriah.

Menurut Özugurlu Amerika kini menghentikan dukungan pada kelompok pemberontak untuk memfokuskan dukungan kepada kelompok Kurdi. Sementara Turki menghentikan dukungan justru untuk menghentikan kemunculan kekuatan Kurdi yang kini mengancam keamanan Turki, tidak saja dari dalam wilayah Turki sendiri, namun juga di wilayah Suriah dan Irak.

Untuk menumpas kekuatan Kurdi, Turki tidak melihat cara lain selain bekerjasama dengan Suriah, yang juga berusaha membendung kekuadan Kurdi yang berambisi membentuk pemerintahan sendiri di sekitar perbatasan Suriah-Turki.

"Keputusan ini mungkin akan mencairkan hubungan antara Damascus dan Ankara. Ketika sampai pada masalah Kurdi, Ankara dan Damascus memiliki kepentingan yang sama,” kata Özugurlu.


Jendral Iran Temui Erdogan
Sebagai bentuk 'menyerah' nya regim Turki berkaitan dengan konflik Suriah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini menerima kedatangan Kepala Staff Gabungan Iran General Mohammad Baqeri di Ankara. Diduga kuat Erdogan, sedikit banyak harus menerima 'skenario' Iran dalam konflik Suriah.

Sebelum bertemu Erdogan, Jendral Baqeri bertemu dengan Menhan Turki dan para pejabat keamanan Turki lainnya. Baqeri berada di Turki selama tiga hari. Demikian seperti dilaporkan Veterans Today, 16 Agustus.

Laporan tersebut muncul hampir bersamaan dengan laporan-laporan tentang pembangunan pabrik rudal jarak jauh Iran di Suriah, yang menandai pengaruh Iran yang semakin kuat di Suriah. Sebelumnya banyak dilaporkan bahwa Iran telah membangun pabrik-pabrik rudal di Lebanon.

Sebelumnya Turki dan Iran adalah musuh dalam konflik Suriah, dimana Iran mendukung regim Bashar al Assad, sementara Turki mendesak pengunduran diri al Assad.(ca)
by Asyari Usman

Indonesian Free Press -- Pasti banyak yang terkagum-kagum menyaksikan parade kebudayaan dan busana yang digelar di halaman Istana Merdeka, di hari 17 Agustus, kemarin. Dalam rangkaian acara peringatan HUT ke-72 RI. Kostum-kostum tradisional dari berbagai suku itu, sangat memukau. Fantastis. Kostum-kostum itu diperagakan oleh pria-pria genteng dan wanita-wanita cantik. Sangat hebat.

Tak hanya itu. Parade diikuti pula dengan penampilan baru para peserta acara, mulai dari Presiden sampai para undangan biasa. Terlihat sebagian besar undangan memakai busana adat dari berbagai daerah di Indoesia. Para pembawa acara siaran langsung stasiun-stasiun TV nasional memberikan pujian yang tak putus-putus. Mereka takjub. Belum pernah ada selama ini.


Dari sisi teatrikal, pantas diberikan acungan jempol untuk panitia nasional. Sesuatu yang segar. Fresh idea, fresh atmosphere. Menyenangkan bagi orang-orang yang suka suasana keadatan. Tidak lagi hanya melihat orang yang berjas-berdasi seperti selama ini.

Busana-busana adat yang telah diperkaya oleh kreasi inovatif itu, pastilah mahal harganya. Mahal biaya pembuatan dan pemeragaannya.

Untuk apa semua ini ditampilkan? Agar rakyat Indonesia yang menonton siaran televisi kemarin menerima pesan tentang keberagaman. Sebab, para penguasa, politisi, dan pakar sosial berpendapat bahwa “hipertensi sosial” yang berlangsung akhir-akhir ini merupakan gumpalan dari ketidakpahaman tentang keberagaman, tentang kebinekaan.

Ini harus diobati, kata penguasa. Dan, acara 17 Agustus adalah salah satu momen yang terbaik, menurut mereka.

Tentu perkara biaya tidak masalah untuk acara yang bertujuan merajut dan merekat persaudaraan kebangsaan. Untuk memperkenalkan keberagaman bangsa Indonesia. Sehingga dengan karnaval pakaian adat ini, rakyat Indonesia akan semakin luas wawasannya. Kemudian mencintai keberagamannya.

Tetapi, mari kita lihat apakah karnaval atau parade semacam ini dapat berfungsi sebagai obat untuk “hipertensi sosial” atau bahkan “pendarahan sosial” (social bleeding) yang sedang melanda bangsa?

Kalau introduksi dan sosialisasi elemen-elemen adat itu dimaksudkan utuk merajut hubungan antarkomunal di Indonesia, maka karnaval kebudayaan tidak akan banyak berperan. Sebab, yang dirasakan absen di tengah masyarakat bukanlah suasana festival yang akan mengumpulkan banyak orang dari berbagai suku atau adat. Yang absen itu adalah keadilan. Dalam segala sisi.

Sebaliknya, terlalu akut ketidakadilan ekonomi. Ketidakadilan sosial. Ketidakadilan legal. Dan ketidakadilan perlakuan. Orang lain mungkin akan menyebutnya kesenjangan ekonomi, sosial, dan public service (pelayanan umum), terutama kesehatan dan pendidikan.

Inilah yang menumpuk di tengah masyarakat. Inilah yang memicu diskonten (rasa tak senang) yang mereka tunjukkan. Inilah yang memicu pergesekan.

Ada segmen masyarakat yang sangat tangguh dari segala sisi berkat kemampuan mereka untuk menyiapkan SDM di lingkungan kelompknya. Mereka mampu karena memiliki kekayaan yang melimpah; yang boleh jadi diperoleh melaui cara yang bersih maupun cara yang kotor. Sedangkan di ujung lain, ada segmen yang sangat lemah.

Kondisi seperti ini adalah bahan bakar ketegangan sosial. Sedikit saja gesekan akan muncul percikan.

Kemudian kita seolah melihat pergesekan itu tergiring ke wilayah SARA. Tak lama kemudian memang berada di wilayah SARA. Semuanya tersentak ketakutan, membayangkan konflik sosial yang dapat berkecamuk sewaktu-waktu. Semua orang memikirkan terapinya. Para dokter sosial menyimpulkan bahwa hipertensi ini terjadi karena masyarakat kurang rajin melakukan senam “interaksi kultural”.

Karena itu diajaklah masyarakat untuk melakukan karnaval kebudayaan seperti yang dipentaskan di Istana Merdeka itu. Padahal, secara sederhana saja kita bisa melihat bahwa yang menjadi sumber masalah adalah kontaminasi dalam proses pembangunan yang melahirkan “front yang kuat ekonomi” dan “front yang lemah ekonomi”. Kita sendiri yang membangun dua front ini.

Di satu sisi kita membangun “pencakar langit”, di sisi lain kita membangun “pencakar bumi”. Yang satu semakin tinggi, yang satu lagi semakin terpuruk.

Para penguasa terkagum-kagum dengan pencakar langit, karena memang merekalah yang tampak dalam pandangan. Sedangkan pencakar bumi terkubur semakin dalam.

Tetapi, para penguasa lupa bahwa “pencakar bumi” yang semakin tenggelam di bawah permukaan itu akan berproses menjadi “geothermal sosial-politik” yang kemudian akan membentuk kepundan vulkanik. Jadi, kita sedang menciptakan “gunung berapi” yang suatu hari akan meletus menjadi bencana besar.

Para penguasa bersikukuh bahwa interaksi kultural bisa menjembatani jurang sosial itu. Tak salah kalau mau dicoba. Silakan buat karnaval atau festival kebudayaan di mana-mana. Namun, harap diingat bahwa hari ini masyarakat bercurhat soal lapangan kerja, soal harga-harga yang semakin menekan daya beli. Mereka bercerita soal tarif listrik yang semakin mahal. Tentang keterjangkauan harga rumah. Bahkan soal seragam sekolah anak-anak mereka. Para pebisnis kecil berkeluh soal biaya produksi yang semakin tinggi.

Para sarjana mengalami jalan buntu begitu keluar dari kampus-kampus. Lapangan pekerjaan yang semakin sulit. Kualifikasi yang tidak memadai. Penyediaan pelatihan yang tidak masif dan tidak efektif.

Hari ini mereka membicarakan para koruptor yang bisa mencuri uang negara dengan hukuman yang ringan atau bahkan tak pernah dihukum sama sekali.

Jadi, saling kenal budaya dan adat-istiadat bukanlah masalah yang urgen di Indonesia ini. Masyarakat sudah sangat paham tentang keberagaman. Yang diperlukan adalah pengendalian agar “pencakar langit” tidak semakin tinggi, dan “pencakar bumi” tidak terbenam semakin dalam.

Anda harus membuat rekayasa sosial dengan formula-formula yang mampu memperkecil dominasi satu kelompok ke atas kelompok lain. Yakinlah, Indonesia bisa menyingkirkan kesenjangan sosial, ekonomi, legal, dan pelayanan umum meskipun tidak ada karnaval atau festival yang bertujuan untuk menumbuhkan cultural awareness (kesadaran budaya).
(Penulis adalah wartawan senior)



Dicopas dari status Facebook Mardanus Dody














































Morteza Ali


Kemerdekaan tanpa makna jika TDL dan BBM menggila. Beras, daging sampai garam pun import di Negeri yg 2/3 nya areanya Lautan. Lebih dari 100juta penduduknya kekurangan gizi dan pendidikan..
Dan dihamparan Tanah yg luas bahkan di Ibukota banyak org tanpa rumah dan tinggal dikolong jembatan utk mengais rizqi.
Yang memiliki rumah terusir oleh arogansi yg katanya adalah pembangunan.. Sedang disisi lain, ada warga keturunan yg terkenal oportunis dari sejak jaman penjajahan hanya dgn 1perusahaan bisa menguasai 500.000.000.000m2 (500 Milyard meter persegi) Lahan Hutan Sawit, Batubara dan Kertas.
Atau hanya dgn jumlah 4org Taipan kekayaan mereka setara dgn 100juta Rakyat Indonesia jika digabungkan.
Lalu,, Apakah ini namanya KEMERDEKAAN ?!!
Kemana Pancasila itu !!?
Indonesian Free Press -- Salah satu kasus salah persepsi yang membuat vatal terjadi pada tahun 1940-an di Australia. Beberapa kali terjadi kasus kematian domba setelah domba-domba tersebut memakan tanaman 'fuschia' liar yang mengandung banyak enzim beta-glucosidase. Tanpa mengetahui penyebab sebenarnya dan menyangka penyebab kematian-kematian ternak itu adalah racun sianida dalam Vitamin B-17, para ahli botani kemudian mengembangkan varietas pakan ternak yang sama sekali tidak mengandung Vitamin B-17. Akibatnya, terjadi kekurangan vitamin B-17 besar-besaran dalam makanan kita.

Sebagai gambaran pentingnya Vitamin B-17 di dalam makanan bisa dijelaskan dengan kesehatan orang-orang eskimo di kutub utara. Meski makanan utama mereka adalah daging dan relatif jarang mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan, mereka hampir tidak mengenal penyakit kanker dan jantung. Ternyata penyebabnya adalah daging yang mereka konsumsi, umumnya daging rusa kutub, ternyata banyak mengandung Vitamin B-17 yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dimakan rusa. Orang eskimo juga mengkonsumsi buah cherry yang banyak mengandung Vitamin B-17, meski hanya tumbuh dalam musim tertentu dalam setahun.


Saat ini makanan 'modern' yang dikonsumsi orang-orang Eropa, Amerika dan Australia rata-rata hanya mengandung 2 miligram Vitamin B-17, sementara orang-orang Eskimo mengkonsumsi 250 hingga 3.000 miligram Vitamin B-17 setiap hari. Inilah yang menjelaskan mengapa penderita angka penyakit kanker orang-orang Eskimo sangat kecil, sementara angkanya di dunia 'modern' justru tinggi.

Di masa lalu, dan ketika penyakit kanker hampir belum dikenal, orang-orang Barat mengkonsumsi roti yang terbuat dari gandum yang kaya dengan Vitamin B-17. Mereka juga mengkonsumsi buah-buahan plum, greengages, cherri, apel, aprikot dan buah-buahan lain dari keluarga Rosaceae yang kaya Vitamin B-17. Ibu-ibu menghancurkan biji-bijian dari buah-buahan itu dan mencampurkannya dengan selai dan menyimpannya sebagai makanan cadangan. Semuanya itu kaya dengan Vitamin B-17. Sedangkan di daerah Tropis seperti Indonesia, vitamin B-17 banyak terkandung di ubi kayu (cassava atau tropical manioc). Penelitian membuktikan bahwa suku-suku Indian di Amerika Selatan atau suku-suku pedalaman di Filipina yang menjadikan ubi kayu sebagai sumber makanan utamanya, hampir tidak mengenal penyakit kanker dan jantung.

Sehubungan dengan Vitamin B-17 dan kaitannya dengan penyakit kanker, Dr. Krebs berpendapat lebih jauh lagi. Ia berpendapat bahwa keberadaan vitamin B-17 yang cukup di dalam tubuh, sudah cukup untuk membuat tubuh kebal terhadap ancaman kanker. Bahkan ketika lingkungan dan makanan sudah dipenuhi dengan faktor-faktor penyebab kanker sekalipun.

Menurut Dr. Krebs apa yang disebut dengan 'carcinogens' hanyalah bentuk kekurangan Vitamin B-17 dengan dampak yang membahayakan. Hal itu sama dengan kekurangan Vitamin C yang menimbulkan sariawan dan kurap. Dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan waktu jam, penyakit sariawan pun sembuh setelah sejumlah besar vitamin C dimasukkan ke dalam tubuh.

Namun karena kampanye negatif tentang Vitamin B-17 Laetrile dan sulitnya mendapatkan Vitamin B-17 alami membuat banyak penderita kanker menjadikan substansi ini sebagai cadangan terakhir, jauh setelah penyakit telah sangat parah akibat pembakaran radiasi atau setelah racun 'chemotherapy' merusak sel-sel tubuh yang sehat.(ca)