INSTANT AFFILIATEVERSI 3 AUTOPOSTBISNIS.COM

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Labels

Labels

agama (10) ekonomi (20) Entertaiment (20) Hiburan (13) Internasional (10) Kesehatan (16) Movie (34) Nasional (69) politik (224) sejarah (15) Slider (163) Sports (2) zionisme/conspiracy theory (25)
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Oleh: Hendrajit*

Indonesian Free Press -- Mega proyek kota baru seperti Meikarta, LIPPO Karawaci, dan sebagainya, sejatinya merupakan jalur sejarah perlawanan sultan agung terhadap VOC Belanda ke Batavia. Jadi sesungguhnya ini adalah penghancuran budaya nusantara dan ingatan kolektif bangsa atas nama pembangunan ekonomi dan modernisasi.

Karawang dulu adalah daerah kekuasaan Pajajaran... Karawang sdh dikenal luas krn merupakan daerah perlintasan antara kekuasaan pajajaran di pakuan (bogor) dan Galuh Ciamis. Setelah pajajaran runtuh Karawang di bawah kekuasaan kerajaan SumedangLarang yang meliputi Karawang, Bekasi, purwakarta, subang.


Saat masa kekuasaan Mataram Islam... karawang menjadi kabupaten di mana bupati nya yg terkenal Raden Singaperbngsa.

Saat Sultan Agung ingin menyerang VOC di Batavia... pasukan mataram berhenti di Karawang untuk menyiapkan logistik yaitu dengan membuka persawahan. Itulah kenapa Karawang akhirnya dikenal sebgai Lumbung Padi Jawa Barat.

Bukan hanya itu, banyak tentara mataram yg tidak kembali ke mataram tetapi hidup turun temurun di Karawang. Saat penyerbuan batavia, pasukan mataram diperkuat pasukan dari priangan, madura, bali bahkan bugis.

Pasukan via laut dipimpin oleh tumenggung bahureksa sedangkan pasukan via darat dari priangan dipimpin adipati Ukur. Mereka bertemu di Karawang sebelum menyerang batavia.

Dalam kekinian... daerah bekasi cikarang karawang adalah jalur sejarah perlawanan terhadap VOC. Penduduk yg tinggal di sana dulunya adalah sisa2 prajurit gabungan mataram. Dan penduduk asli di situ sekarang adalah keturunan prajurit2 yg melawan VOC.

Kekinian Bekasi sekarang adalah pembangunan perumahan oleh Sumarecon. Cikarang ada Meikarta Lippo. Karawang ada Grand Taruma dan Taruma City nya Podomoro.***


Hendrajit, Global Review Institute, dicopas dari status Facebook-nya.
Indonesian Free Press -- Salah satu kasus salah persepsi yang membuat vatal terjadi pada tahun 1940-an di Australia. Beberapa kali terjadi kasus kematian domba setelah domba-domba tersebut memakan tanaman 'fuschia' liar yang mengandung banyak enzim beta-glucosidase. Tanpa mengetahui penyebab sebenarnya dan menyangka penyebab kematian-kematian ternak itu adalah racun sianida dalam Vitamin B-17, para ahli botani kemudian mengembangkan varietas pakan ternak yang sama sekali tidak mengandung Vitamin B-17. Akibatnya, terjadi kekurangan vitamin B-17 besar-besaran dalam makanan kita.

Sebagai gambaran pentingnya Vitamin B-17 di dalam makanan bisa dijelaskan dengan kesehatan orang-orang eskimo di kutub utara. Meski makanan utama mereka adalah daging dan relatif jarang mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan, mereka hampir tidak mengenal penyakit kanker dan jantung. Ternyata penyebabnya adalah daging yang mereka konsumsi, umumnya daging rusa kutub, ternyata banyak mengandung Vitamin B-17 yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dimakan rusa. Orang eskimo juga mengkonsumsi buah cherry yang banyak mengandung Vitamin B-17, meski hanya tumbuh dalam musim tertentu dalam setahun.


Saat ini makanan 'modern' yang dikonsumsi orang-orang Eropa, Amerika dan Australia rata-rata hanya mengandung 2 miligram Vitamin B-17, sementara orang-orang Eskimo mengkonsumsi 250 hingga 3.000 miligram Vitamin B-17 setiap hari. Inilah yang menjelaskan mengapa penderita angka penyakit kanker orang-orang Eskimo sangat kecil, sementara angkanya di dunia 'modern' justru tinggi.

Di masa lalu, dan ketika penyakit kanker hampir belum dikenal, orang-orang Barat mengkonsumsi roti yang terbuat dari gandum yang kaya dengan Vitamin B-17. Mereka juga mengkonsumsi buah-buahan plum, greengages, cherri, apel, aprikot dan buah-buahan lain dari keluarga Rosaceae yang kaya Vitamin B-17. Ibu-ibu menghancurkan biji-bijian dari buah-buahan itu dan mencampurkannya dengan selai dan menyimpannya sebagai makanan cadangan. Semuanya itu kaya dengan Vitamin B-17. Sedangkan di daerah Tropis seperti Indonesia, vitamin B-17 banyak terkandung di ubi kayu (cassava atau tropical manioc). Penelitian membuktikan bahwa suku-suku Indian di Amerika Selatan atau suku-suku pedalaman di Filipina yang menjadikan ubi kayu sebagai sumber makanan utamanya, hampir tidak mengenal penyakit kanker dan jantung.

Sehubungan dengan Vitamin B-17 dan kaitannya dengan penyakit kanker, Dr. Krebs berpendapat lebih jauh lagi. Ia berpendapat bahwa keberadaan vitamin B-17 yang cukup di dalam tubuh, sudah cukup untuk membuat tubuh kebal terhadap ancaman kanker. Bahkan ketika lingkungan dan makanan sudah dipenuhi dengan faktor-faktor penyebab kanker sekalipun.

Menurut Dr. Krebs apa yang disebut dengan 'carcinogens' hanyalah bentuk kekurangan Vitamin B-17 dengan dampak yang membahayakan. Hal itu sama dengan kekurangan Vitamin C yang menimbulkan sariawan dan kurap. Dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan waktu jam, penyakit sariawan pun sembuh setelah sejumlah besar vitamin C dimasukkan ke dalam tubuh.

Namun karena kampanye negatif tentang Vitamin B-17 Laetrile dan sulitnya mendapatkan Vitamin B-17 alami membuat banyak penderita kanker menjadikan substansi ini sebagai cadangan terakhir, jauh setelah penyakit telah sangat parah akibat pembakaran radiasi atau setelah racun 'chemotherapy' merusak sel-sel tubuh yang sehat.(ca)
Indonesian Free Press -- Di jaman modern seperti sekarang ini, kanker merupakan penyakit pembunuh manusia terbesar di dunia setelah jantung. Padahal, di masa lalu kanker bahkan relatif tidak dikenal karena jarangnya. Para ahli sepakat bahwa lingkungan yang tercemar, polusi, makanan dan minuman buatan berbahan kimia merupakan faktor-faktor yang memicu munculnya penyakit kanker. Namun, ada faktor lain yang lebih penting dari itu semua, yaitu kekurangan vitamin B-17.

Demikianlah hasil temuan Dr. Ernst T. Krebs, Jr tahun 1950, ketika ia berhasil menemukan turunan Vitamin B-17 dan disebut sebagai 'Laetrile'. Dari penelitian intensif yang dilakukannya terbukti zat ini memiliki kemampuan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Sebelumnya, saya ingin menceritakan tentang pengalaman yang dialami abang ipar saya yang bekerja di McDermott, perusahaan asing fabrikasi peralatan pengeboran minyak lepas pantai di Batam. Diduga karena kelelahan dan kurang istirahat, ditambah selalu menghirup udara yang terkontaminasi oleh debu-debu logam yang ditimbulkan oleh aktifitas produksi perusahaan, ia menderita penyakit hati dan telah divonis dokter harus menjalani terapi kemo di Malaysia.


Kebetulan abang ipar saya yang lain di Medan memiliki keahlian pengobatan herbal dan bekerja sambilan sebagai tabib. Olehnya disarankan agar abang saya di Batam, sebut saja namanya Ucok, dirawat sendiri di Medan. Setelah melalui perdebatan sengit, akhirnya dokter yang merawatnya di Batam mengijinkan Bang Ucok dirawat sendiri.

Selama dirawat di Medan, Bang Ucok menjalani diet ketat. Setiap hari ia harus minum ramuan obat herbal yang tidak saya ketahui bahan-bahannya. Namun saya tahu beberapa di antara obat-obatan itu, yaitu madu dan pil ekstrak teripang.

Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan, penyakit kanker hati telah menghilang dan kini ia telah kembali bekerja seperti semula. Padahal baru beberapa bulan sebelumnya, rekan kerjanya mengalami masalah yang sama. Namun setelah menjalani terapi kemo di Penang, Malaysia, justru meninggal dunia. Dan pada saat yang hampir sama ketika Bang Ucok mengalami kesembuhan, media-media massa ramai mengabarkan dua selebritis nasional, Yana Zein dan Julia Perez, meninggal dunia setelah menjalani terapi kemo yang sangat mahal di luar negeri.

Kembali ke topik tentang Vitamin B-17 Laetrile, setelah Dr Krebs menemukan obat ajaib ini, industri farmasi yang tidak mendapatkan hak patennya berusaha mendiskreditkan penemuan tersebut dengan menyebar mitos bahaya racun sianida yang terkandung di dalam vitamin ini. Salah satu upaya untuk mematikan Laetrile adalah dengan menyebarkan kabar hoax tentang kematian sepasang suami istri akibat mengkonsumsi biji aprikot. Padahal selama ribuan tahun jutaan manusia telah mengkonsumsi biji aprikot dan tidak ada masalah.

B17 Laetrile temuan Dr Krebs adalah turunan dari biji apricot yang disintetiskan ke bentuk 'crystalline' dengan menggunakan caranya yang unik. Kampanye negatif melalui media massa dan para ahli yang dibayar serta otoritas yang terkontaminasi (American Food & Drug Administration dan American Medical Association) membuat obat ajaib itu dilarang di Amerika dan menyusul negara-negara lainnya. Pada saat yang sama mereka mengabaikan fakta bahwa vitamin lainnya yang banyak beredar di masyarakat, B-12, juga mengandung sianida. Mafia industri farmasi dan kesehatan global juga mendorong digunakannya metode pengobatan yang justru jelas-jelas sangat destruktif terhadap sel-sel tubuh manusia, yaitu terapi kemo.


Bagaimana Vitamin B-17 Membunuh Kanker?

Dr. Ernst Krebs telah membuktikan bahwa sianida dalam vitamin B17 sama sekali tidak berbahaya bagi manusia dengan menyuntikkan sejumlah besar Laetrile ke tangannya dan ia tetap hidup selama puluhan tahun kemudian (meninggal secara wajar pada September 1996).

Hal ini bisa dijelaskan secara rasional. Molekul B-17 mengandung satu unit sianida (cyanide), satu unit benzaldehyde dan dua unit glucose (gula) yang terikat dengan kuat. Sianida di dalamnya baru akan bersifat racun setelah dilepaskan dari ikatan molekul. Masalanya, hal ini hanya bisa dilakukan dengan mencampurkan enzim bernama beta-glucosidase yang nyaris tidak dimiliki oleh tubuh manusia kecuali dalam jumlah sedikit, namun melimpah di dalam sel-sel kanker.

Ketika B-17 berada di dalam sel kanker, molekulnya langsung terpecah dan menimbulkan dampak yang menghancurkan sel kanker. Selain sianida yang meracuni dan membunuh sel kanker, benzaldehyde juga memberikan dampak yang tidak kalah hebat. Bersama sianida, keduanya memiliki sifat racun hingga 100 kali lipat dibandingkan ketika masih terikat dalam satu molekul B-17, dan seketika membunuhi sel-sel kanker.

Lalu bagaimana dampaknya racun berbahaya itu terhadap tubuh manusia sendiri.

Syukurnya tubuh manusia memiliki enzim lainnya yang bisa menetralisir racun sianida dan benzaldehyde tersebut, yaitu rhodanese, yang jumlahnya secara alami lebih dari cukup untuk mengikat racun yang terlepas dan mengubahnya menjadi enzim yang bermanfaat. Sebaliknya, sel kanker tidak memiliki enzim rhodanese sama sekali sehingga tidak memiliki senjata untuk melawan vitamin B-17.

Sejak puluhan tahun yang lalu para ahli pertanian telah mengetahui dampak negatif dari kemampuan enzim beta-glucosidase melepaskan ikatan sianida dari molekul Vitamin B-17 terhadap binatang ternak. Namun tidak diketahui bagaimana cara menanganinya tanpa menimbulkan kerugian. Sebagai jalan pintas, semua tanaman yang mengandung B-17 dikategorikan sebagai 'beracun'. Selanjutnya dilakukan upaya genetis untuk menghilangkan sama sekali kandungan molekul tersebut.***


(Bersambung)
Indonesian Free Press -- Pertemuan antara putra mantan Presiden SBY, Agus Yudhoyono, dengan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuning baru-baru ini menjadi sesuatu yang 'viral' di media sosial. Mayoritas menyoroti apa yang dilakukan Gibran dalam pertemuan itu, mulai dari sikapnya yang 'pongah' hingga gaya pakaiannya yang 'nyleneh'.

Namun ada sesuatu yang menarik menurut pengamatan Indonesian Free Press, yaitu aspek sejarah politik Indonesia.

Bagi mereka yang memahami ilmu psikologi, kharakter 'luar' seseorang biasanya berkebalikan dengan kharakter sebenarnya dari orang itu. Untuk menutupi kelemahannya, seseorang akan menampilkan citra yang berkebalikan dengan kharakter sebenarnya. Seseorang yang alam bawah sadarnya menderita sindrom inferior biasanya akan berwatak diktator, meski ia menutupinya dengan sikap 'merakyat', sopan dan terbuka.


Presiden Jokowi sedikit banyak sama dengan kharakter tersebut di atas. Ada benarnya juga bahwa mantan Presiden SBY, dalam pertemuan dengan Prabowo baru-baru ini, secara tersirat menuduh Jokowi sebagai diktator. Dan cepatnya Jokowi merespons tuduhan itu, justru memperkuat tuduhan SBY, karena salah satu ciri penderita sindrom inferior adalah sensitif dan mudah tersinggung.

Lalu, apa kaitannya dengan pertemuan Gibran Rakabuning dengan Agus Yudhoyono? Baiklah, akan saya jelaskan. Tapi sebelumnya mari kita kembali ke masa silam.

Paska meninggalnya Raja Demak Sultan Trenggono pada tahun 1546 terjadi kevakuman kekuasaan di Kesultanan Demak yang kala itu adalah penguasa Pulau Jawa dan kerajaan terkuat di Nusantara. Kekuasaanpun kemudian diperebutkan oleh dua orang tokoh yang paling berpengaruh, yaitu Hadiwijoyo (dikenal dengan julukan Joko Tingkir) dan Aryo Penangsang. Hadiwijoyo adalah menantu Sultan Trenggono, sedangkan Aryo Penangsang adalah keponakan Sultan Trenggono.

Sebagaimana ditulis di berbagai buku sejarah, Hadiwijoyo adalah pribadi yang tenang, sementara Penangsang adalah pribadi yang kasar dan temperamental. Ketika akhirnya perebutan kekuasaan antara Hadiwijoyo dengan Penangsang tidak bisa diselesaikan kecuali dengan perang, maka di sinilah terjadi peristiwa yang menarik.

Atas ide Ki Ageng Pemanahan, seorang penguasa wilayah Mentaok (sekarang sekitar Kota Gede, di sebelah timur kota Yogyakarta) yang juga bawahan Hadiwijoyo, Aryo Penangsang yang berkuasa di Jipang (sekarang wilayah Cepu, Jawa Tengah) akan diprovokasi untuk melakukan perang tanding dalam kondisi yang tidak menguntungkannya, sehingga ia yang terkenal sakti itu bisa dikalahkan.

Idenya adalah mengumpankan Sutowijoyo, putra Ki Ageng Pemanahan yang masih muda belia, untuk memancing Aryo Penangsang menyeberangi Sungai Serang yang merupakan batas wilayah Demak dengan Jipang. Kemudian, setelah berada di seberang Sungai, para Sutowijoyo dan para prajurit Demak akan membunuhnya.

Ki Ageng Pemanahan mengetahui, menyeberangi Sungai Serang akan membuat sial Penangsang karena itu berarti ia telah melanggar petuah gurunya, Sunan Kudus, seorang wali terkenal yang tinggal di kota Kudus dan dikenal sebagai salah seorang 'Wali Songo'. Kemudian, untuk membuat konsentrasi Penangsang terpecah, Sutowijoyo akan menunggangi kuda betina yang 'cantik' untuk menggoda kuda jantan yang ditunggangi Penangsang, yang terkenal dengan julukan 'Gagak Rimang'.

Sutowijoyo sendiri dipilih, selain karena ia adalah seorang remaja yang fisiknya kuat, juga untuk memancing kemarahan Penangsang sehingga konsentrasinya terganggu. Ditantang duel oleh seorang remaja tanggung tentu akan membuat Penangsang tersinggung dan marah.

Dan begitulah yang terjadi. Diejek oleh Sutowijoyo sebagai pengecut, Penangsang melompat dan menyeberangi Sungai Serang. Namun, ketika mengejar Sutowijoyo, kudanya menjadi binal dan tidak bisa dikendalikan. Pada saat pikirannya terpecah oleh ulah kudanya, Sutowijoyo menotokkan tombaknya ke perut Penangsang hingga terluka parah. Penangsang masih mampu bertahan dan tetap mengejar Sutowijoyo dengan ususnya yang terburai disangkutkan di kerisnya. Nyawanya baru tercabut setelah ia dengan gegabah mengangkat kerisnya untuk menikam Sutowijoyo yang berhasil ditangkapnya. Tanpa disadari, keris itu memotong ususnya, sekaligus mencabut nyawanya setelah sebelumnya ia banyak kehilangan darah.

Sebagai 'master of strategy', SBY tentu mengetahui kharakter Jokowi dan putranya, Gibran, yang pongah. Bertemu putra mantan Presiden dan tokoh yang secara umum dipandang sebagai oposan Jokowi, Gibran pasti akan minder, 'salah tingkah' dan bersikap pongah. Maka terjadilah apa yang direncanakan SBY dengan mengirimkan Agus Yodhoyono. Tingkah polah Gibran yang viral di media sosial menjadi kuda 'Gagak Rimang' bagi Jokowi, khususnya berkaitan dengan prospek Pilpres 2019 mendatang dimana Jokowi hampir dipastikan bakal maju kembali sebagai capres. Adapun bagi Agus Yudhoyono, ia laksana Sutowijoyo.(ca)
Bahkan Patung Jenderal Besar Angkatan Bersenjata RI Pertama Bapak Soedirman Setinggi 15 Meter Lebih Ini Sudah Kami Produksi Dengan Bahan Baku Logam, Tapi Kecewa Kami Keluarga Besar Dan Keluarga Yayasan Jenderal Soedirman Mendapatkan Kesulitan Ketika Ingin Menyumbangkan Patung Ini Menjadi Taman Tugu Yang Megah Untuk Indonesia, Lokasi Saja Kami Sulit Dapatkan Apalagi Kami Harus Mengajukan Anggaran Bantuan Jelas Tidak Mungkin, Kami Hanya Ingin Patung Dan Taman Peringatan Bahwa Kami Bangsa Indonesia Angkatan Bersenjata Tentara Nasional Indonesia Memiliki Tokoh Pahlawan Nasional Jenderal Besar Angkatan Bersenjata RI Pertama Yang Tangguh Agung Dan Layak Dibanggakan Bangsa Indonesia Bahkan Dunia.

Pesan Yang Kami Usung Tentulah Kami Indonesia Yang Unggul Untuk Indonesia Yang Berdaulat, Kami Membutuhkan Dukungan Semua Pihak Terutama TNI Dibawah Komando Panglima TNI Kita Saat Ini, Salam Komando MERDEKA !!!


Keterangan: dicopas dari status Facebook Darianto.
Indonesian Free Press -- Entah pikiran apa yang ada pada para pejabat Inggris dengan ide mengirimkan kapal induk terbarunya ke Laut Cina untuk memprovokasi Cina yang tengah terlibat konflik dengan Amerika. Mereka seolah lupa dengan sejarah pahit bangsa Inggris setelah kehilangan dua kapal perangnya dalam Perang Pasifik, 8 Desember 1941.

Seperti dilansir The Telegraph, 27 Juli, Inggris bermaksud akan mengirimkan dua kapal induk terbarunya, HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales, ke Laut Cina Selatan untuk melakukan operasi laut 'Freedom of Navigation' melawan klaim Cina atas sejumlah wilayah di wilayah itu. Hal ini diungkapkan oleh Menlu Boris Johnson, Kamis (27 Juli).


"Hal pertama yang akan kami lakukan dengan dua kapal induk terbaru yang baru saja kami bangun adalah mengirimnya melakukan operasi 'freedom of navigation' di wilayah ini (Laut Cina Selatan)," kata Johnson kepada wartawan di Sydney usai bertemu mitranya, Menlu Australia Julie Bishop.

Laut Cina Selatan adalah salah satu jalur laut paling ramai di dunia, menyalurkan $5 triliun perdagangan dunia setiap tahun. Cina mengklaim sebagai pemilik sebagian besar wilayah Laut Cina berdasarkan sejarah Cina, sekaligus menabrak klaim sejumlah negara tetangganya atas sejumlah wilayah di Laut Cina.

Untuk memperkuat klaimnya, Cina telah membangun fasilitas sipil dan militer di sejumlah pulau yang diklaimnya itu. Namun, tahun lalu Pengadilan Internasional The Hague menolak klaim Cina.

Sebagai bentuk penolakan atas klaim Cina, Amerika telah berkali-kali melakukan operasi 'freedom of navigation' di dekat pulau-pulau yang diklaim Cina. Sejak dipimpin Presiden Trump, Amerika telah dua kali melakukan operasi tersebut, yang oleh Cina dikecam sebagai tindakan provokatif yang berbahaya.

Selanjutnya, saat berbicara di hadapan ratusan pengusaha dan politisi Australia di Sydney, Johnson kembali mengatakan hal yang sama.

“Dan kami berjanji akan melakukan misi ini (mengirim kapal induk ke Laut Cina Selatan), bukan karena kini memiliki musuh di kawasan, melainkan karena kita ingin menegakkan hukum," katanya.

HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales adalah dua kapal induk kembar berbobot 65.000 ton, kapal terbesar yang pernah dibuat INggris. Keduanya baru menjalani tahap ujicoba dan pada akhir tahun ini diharapkan sudah resmi beroperasi.

Pada 8 Desember 1941 Inggris kehilangan sebuah kapal perang (battleship) dan sebuah kapal jelajah (heavy cruiser) setelah dibom oleh pesawat-pesawat pembom Jepang. Ini adalah pertama kalinya kapal perang besar (capital ship) tenggelam oleh serangan pesawat pembom saat tengah berlayar dalam misi militer.

Yang menarik adalah, salah satu kapal perang Inggris yang tengelam itu bernama sama dengan kapal induk Inggris yang bakal dikirim ke Laut Cina Selatan, yaitu battleship HMS Prince of Wales. Lokasi tenggelamnya kapal perang itu pun sama dengan wilayah konflik, yaitu Laut Cina Selatan.(ca)
Oleh: Purnomosidi Ipung

Indonesian Free Press -- Siapakah Sang Pejuang berdirinya NKRI.....?

Umumnya teman teman yang sangat demen dengan slogan ; "NKRI HARGA MATI", tidak mengetahui siapa sesungguhnya penggagas ide lahirnya NKRI itu ?

Jika ditanya kapan NKRI diproklamirkan pasti banyak yang tidak tahu juga.

Bahkan jika disebutkan bahwa lahirnya NKRI atas jasa tokoh Islam...... jangan jangan malah ada yang tiba tiba strooke saking kagetnya.

Karena tidak tahu sejarah dan hanya latah saja, seringkali mereka terjebak pada dikotomi NKRI diperhadapkan dengan Islam.


Seakan akan Islam anti NKRI.

Seolah olah NKRI itu bukan "hasil keringat" umat Islam.
Ayo bacalah sejarah.

1. Negara Republik Indonesia (NRI) tanpa K (Kesatuan) diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945.

2. Sejak perundingan Linggar Jati (1946-1950) Indonesia menjadi negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara Indonesia menjadi salah satu bagian dari negara RIS dan beribukota di Jogjakarta. Bung Karno menjadi Presiden RIS dan Presiden Indonesia dijabat oleh Mr. Assaat.

3. Mohammad Natsir, sebagai Ketua Fraksi Masyumi di Parlemen RIS, lah yang menggagas untuk mengakhiri RIS dan kembali bersatu dalam negara Indonesia. Gagasan Natsir mendapat sambutan baik dari tokoh tokoh politik di parlemen, para pemimpin negara RIS serta kalangan aktivis. Natsir menuangkan gagasan nya dalam sidang parlemen yang kemudian dikenal dengan sebutan "Mosi Integral Natsir".

4. Menindaklanjuti gagasan Natsir, tanggal 15 Agustus 1950, Bung Karno bersama para pemimpin negara negara RIS bersepakat untuk mengakhiri negara serikat dan bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum ini oleh sebagian sejarahwan diakui sebagai momentum Lahirnya NKRI.

5. Tanggal 17 Agustus 1950 diproklamirkanlah NKRI dengan menetapkan Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden NKRI.

6. Atas jasanya memperjuangkan NKRI maka Presiden Soekarno mengangkat M. Natsir menjadi Perdana Menteri untuk memimpin kabinet yang pertama di NKRI. Sejak Indonesia merdeka baru pertama kali ini kabinet dipimpin oleh Tokoh Islam dari Partai Islam Masyumi.

7. Perjuangan M. Natsir menjadi sangat bersejarah dengan bergabungnya Irian Barat menjadi bagian dari NKRI.
Jadi......

Kalau masih ada yang menganggap Islam sebagai ancaman bagi NKRI berarti dia buta sejarah, ahistoris. ***
Indonesian Free Press -- Blogger masih belum bisa memastikan bahwa antara Orde Dunia Baru (New World Order/NWO) dan Orde Dunia Lama (Old World Order/ODO) benar-benar terjadi dikotomi yang nyata atau sekedar kamuflase untuk menyembunyikan kekuasaan sebenarnya para penguasa dunia di balik layar. Namun, faktanya dunia tengah mengalami pergulatan antara kedua orde tersebut secara intensif.

Benua Eropa menjadi ajang pergulatan tersebut, yang berlangsung sangat sengit setelah NWO berusaha melemahkan negara-negara Eropa (untuk membuat mereka tetap sebagai jajahan, setelah mulai munculnya kesadaran publik akibat keberadaan internet) dengan menggelontorkan jutaan imigran dari Afrika dan Timur Tengah, di bagian Eropa timur yang mayoritas warganya adalah etnis Slavia-Rusia yang beragama Kristen Orthodok, terjadi aksi-aksi menentang keberadaan agen utama NWO George Soros dan kebijakan pro-imigrasi yang dikampanyekannya.

Di Macedonia, misalnya, muncul gerakan Stop Operation Soros (SOS). Gerakan ini menyerang lebih dari 70 organisasi bentukan Soros di negara itu. Tidak berhenti di sini, para pemimpin SOS menyerukan masyarakat di seluruh dunia untuk melawan 'melawan monopoli kebenaran di sektor publik yang selama ini dimonopoli oleh George Soros.

Semangat anti Uni Eropa (New World Order) oleh Old World Order juga muncul secara massif di Serbia, Yunani, dan Albania.

Di Hongaria, negara kelahiran George Soros, gerakan anti-Soros dan kebijakan pro-imigrasi yang didorong oleh Uni Eropa bahkan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri negara itu, Viktor Orban. Dalam sebuah acara di Budapest akhir bulan Juni lalu, Orban kembali mengecam proyek multikulturalisme Eropa yang digagas George Soros dan didukung Uni Eropa. Ia kembali menyerukan dilakukannya penguatan penjagaan perbatasan dari gelombang imigrasi, penerapan kebijakan 'tidak ada toleransi' pada para imigran ilegal, dan penguatan 'kebudayaan Kristen Eropa'.

Sudah barang tentu ia juga mengecam Uni Eropa dan George Soros atas proyek multikulturalisme Eropa dan menyebutnya sebagai 'kegagalan nyata'.

Dalam referendum yang digelar tahun lalu sebanyak 98% warga Hongaria menolak kebijakan keterbukaan imigrasi yang dikampanyekan Uni Eropa.

"Tidak ada yang boleh memerintah sebuah negara berdaulat tentang siapa yang bisa tinggal di negara tersebut, ini sepenuhnya adalah kebijakan nasional kita," kata Orban, menyindir Uni Eropa yang mendesak Hungaria untuk menerima 'quota' imigrasi yang ditetapkan organisasi negara-negara Eropa itu. 

"Ada konsensus yang nyaris bulat bahwa kemerdekaan ekonomi dan kebijakan imigrasi kita harus dilindungi dari campur tangan Brussels (Uni Eropa),” katanya.

Avi Gleitzer, blogger terkenal asal Israel, baru-baru ini menulis tentang fenomena pergulatan antara NWO dengan OWO ini, setelah melihat konflik di Suriah. "Orang tidak akan bisa mengerti peristiwa-peristiwa geopolitikal saat ini tanpa memahami pandangan-pandangan saya ini," tulis Avi Gleitzer seperti dikutip blog  DR. Henry Makow.

Menurutnya, NWO (New World Order) meliputi Inggris dan negara-negara bekas jajahan Inggris (British Commonwealth, Anglo Saxons termasuk Amerika), Israel dan para bankir yahudi, negara-negara Arab Sunni, dan beberapa negara sekutu Barat seperti Polandia, Jepang, dan Korsel. Sedangkan OWO (Old World Order) mencakup Rusia dan sekutu-sekutunya Cina, Iran, Turki, negara-negara Amerika Latin (Bolivia, Venezuela), komunitas Shiah, gereja Orthodok dan sebagian penganut Katholik.

Kekuatan NWO dibentuk oleh 'kekuatan uang' orang-orang yahudi Jerman dan dilindungi oleh angkatan laut Inggris dan kemudian oleh Amerika. Setelah memicu mendorong gerakan 'Reformasi' yang memicu perpecahan Eropa berdasarkan keyakinan Protestan-Katholik disusul kemudian kemunculan negara-negara Republik menggantikan negara-negara kerajaan, NWO eksis pada pergantian Abad 19 ke 20 dan semakin kuat paska Perang Dunia II.

Napoleon Bonaparte berusaha menggagalkan solidikasi NWO dengan memerangi Inggris dan negara-negara Eropa yang telah terafiliasi NWO, namun gagal.

Menurut Gleitzer, meski sukses menguasai dunia, sejumlah proyek NWO juga mengalami kegagalan. Nazisme-Hitler adalah keberhasilan besar mereka, namun di Rusia mereka gagal mengendalikan komunisme sehingga akhirnya, terutama di bawah Vladimir Putin, Rusia muncul sebagai kekuatan utama OWO yang melawan NWO.

"Rusia menjadi independen, kembali ke Kekristenan (Orthodok) dan meraih kembali kekuatan militernya semasa Uni Sovyet," tulis Gleitzer.

"Sementara itu, sejumlah negara Eropa menolak untuk tergantung kepada Anglo-Saxon NWO dan menggunakan semangat Rusia sebagai dasarnya untuk mulai memisahkan diri dari NWO (Uni Eropa). Itulah yang kita saksikan saat ini. Brexit adalah sebuah upaya Anglo-Saxons untuk meraih kembali kekuasaan. Pemilihan Trump adalah upaya mereka lainnya Anglo-Saxon untuk melawan OWO, namun juga gagal," tambah Gleitzer.

Diperkirakan tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya, konflik antara NWO dan OWO akan semakin intensif, khususnya pada ulang tahun ke-100 Deklarasi Balfour yang menjadi dasar pembentukan negara Israel. Selain itu NMO juga tidak akan bisa membiarkan Rusia dan OWO semakin kuat setelah keberhasilan mereka mengalahkan NWO di Suriah. Demikian analisa Avi Gleitzer.(ca)
Kabar tentang keberadaan manusia raksasa sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kitab-kitab suci, buku-buku kuno, mitos dan legenda-legenda masyarakat di berbagai negara banyak menyebutkan keberadaan mereka.

Dalam Kitab Ramayana yang diimani oleh orang-orang Hindu terdapat bangsa raksasa yang dipimpin oleh raja bernama Rahwana, mereka tinggal di negeri di seberang lautan.

Dalam kitab Perjanjian Lama yang diimani oleh orang-orang Kristen dan Yahudi ada sosok manusia-manusia raksasa yang disebut 'Nephilim', 'Goliath', 'Og King of Bashan', dan 'Anakim'. Dalam Injil Terjemahan King James disebutkan bahwa tinggi 'Goliath' mencapai 2,75 meter.

Sejarahwan Yahudi yang bekerja untuk Romawi, Flavius Josephus, dalam bukunya yang terkenal "Antiquities of the Jews" yang ditulis tahun 93 M, menyebutkan tentang manusia-manusia raksasa 'Amorites' yang tinggal di Hebron:


"Karena alasan tertentu mereka pindah ke Hebron; dan ketika mereka berhasil merebut kota ini, mereka membantai seluruh penduduk (Hebron). Pada saat itu tinggallah manusia-manusia raksasa yang memiliki tubuh sangat besar dan bentuknya sama sekali berbeda dengan manusia umumnya, sehingga mengejutkan siapa pun yang melihatnya dan menakutkan siapapun yang mendengar suaranya. Kerangka manusia-manusia raksasa ini masih banyak ditemukan pada saat ini."

Dalam Al Qur'an juga disebutkan tentang keberadaan manusia raksasa:

“Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang Jabbarin (orang-orang yang berbadan besar), sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”(QS. Al-Maidah: 22)

Para ulama juga percaya bahwa Kaum Ad' yang disebut-sebut dalam Al Qur'an adalah orang-orang yang berbadan raksasa.

"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad' (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri lain." (QS: Al Fajr 89: 6-8)

Al Qur'an juga menyebut tentang manusia raksasa bernama Jalut, yang mati setelah diketapel oleh Daud. Kemungkinan, Jalut ini adalah bangsa 'Amorites' seperti disebutkan oleh Flavius Josephus. (Josephus, Antiquities of the Jews, Book 5, Chapter 2, Number 3, Antiquities of the Jews: Book 5, Retrieved: 15 March 2013).

Banyak temuan arkeologis juga menunjukkan hal yang sama. Namun, ada upaya sistematis untuk menghancurkan bukti-bukti keberadaan manusia raksasa itu demi mendukung 'cerita' yang dipromosikan sebagai satu-satunya kebenaran asal-muasal manusia di muka bumi, yaitu 'teori evolusi' yang baru muncul pada abad 19.

Sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media independen termasuk situs The World News Daily Report pada 13 Juni lalu, Mahkamah Agung Amerika (Supreme Court) telah memerintahkan  Smithsonian Institution, sebuah organisasi gabungan pusat-pusat penelitian arkeologi dan museum ternama, untuk membuka kembali laporan-laporan penelitian mereka sejak awal tahun 1900-an, untuk membuktikan bahwa kelompok ini tidak melakukan 'cover up' atau upaya menutup-nutupi bukti-bukti tentang keberadaan manusia raksasa.

Menurut laporan tersebut Smithsonian Institution diduga kuat telah menghancurkan ribuan tengkorak manusia raksasa yang ditemukan di seluruh Amerika sejak awal tahun 1900-an demi mendukung teori 'mainstream' evolusi manusia.

Dugaan tersebut dikemukakan oleh kelompok American Institution of Alternative Archeology (AIAA), yang oleh Smithsonian Institution diberikan respon dengan menuntut AIAA atas tuduhan 'defamation' terhadap organisasi yang telah eksis selama 168 tahun itu.

Selama proses persidangan, demikian laporan The World News Daily Report, terungkap sejumlah kesaksian dari sejumlah 'mantan orang dalam' Smithsonian Institution yang mengakui memiliki bukti-bukti kuat bahwa lembaga itu telah menghancurkan puluhan ribu tengkoran manusia raksasa yang tingginya berkisar antara 6 kaki (1,8 meter) sampai 12 kaki (3,6 meter).

Para arkheolog 'mainstream', termasuk dari Smithsonian Institution, mengatakan bahwa Amerika pertama kali dihuni oleh manusia yang datang dari Asia (Indian) melalui Selat Bering, sekitar 15.000 tahun yang lalu. Meski faktanya adalah ditemukan juga adanya kuburan-kuburan kuno berisi kerangka raksasa dengan benda-benda logam yang umurnya jauh lebih tua dan diakui oleh para Indian telah ada sebelum kedatangan nenek moyang mereka.

Pada tahun 2011 para peneliti American Association for Alternative Archeology (AAIA) menemukan tulang femur (tulang paha) berukuran 1,3 meter. Inilah yang menjadi bukti kuat tuntutan (AAIA).

Namun yang menarik adalah temuan tersebut bukan berasal dari proses penggalian, melainkan dari gudang simpanan Smithsonian Institute sendiri. Ya, tulang raksasa itu adalah hasil curian yang dilakukan oleh kurator organisasi itu sendiri pada tahun 1930-an. Oleh kurator itu, tulang tersebut disimpannya sepanjang hidup, dan kemudian membukanya melalui pengakuan tertulis menjelang kematiannya.

"Ini adalah hal yang sangat buruk yang dilakukan terhadap rakyat Amerika. Kami telah menyembunyikan kebenaran tentang nenek moyang manusia, para pendahulu kita, para raksasa yang berkeliaran di muka bumi seperti disebutkan dalam Kitab Injil dan kitab-kitab kuno di seluruh dunia," demikian bunyi sebagian pesan tersebut.

Menurut laporan itu, dokumen-dokumen tentang manusia raksasa yang disembunyikan Smithsonian Institution itu harus dibuka pada tahun ini.

"Pembukaan dokumen-dokumen ini akan membantu para arkheologis dan sejarahwan untuk mengevaluasi teori-teori tentang evolusi manusia dan membantu kita untuk lebih memahami budaya 'mound builder' di Amerika dan di seluruh dunia," kata Direktur AIAA Hans Guttenberg.

"Akhirnya, setelah lebih dari seabad kebohongan, kebenaran tentang para pendahulu manusia-manusia raksasa itu akan terbuka di hadapan dunia," tambahnya lagi.(ca)
Indonesian Free Press -- Saat masih kecil di sekitar dekade 1980-an, saya (blogger) sudah membaca buku 'Sekitar Tanggal dan Penggalinya' terbitan Yayasan Idayu. Buku ini merupakan rangkuman dari polemik seputar lahirnya Pancasila yang dipicu oleh tulisan sejarawan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto (selanjutnya menjadi Menteri Pendidikan RI) yang menyebutkan bahwa kelahiran Pancasila bukanlah Ir. Soekarno, melainkan Muhammad Yamin.

Dan kini, polemik tentang kelahiran Pancasila ini kembali muncul ke publik, pada saat regim jokowi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai kelahiran Pancasila, atas dasar pidato Ir. Soekarno di depan sidang BPUPKI tentang dasar negara Pancasila, yang sebenarnya telah didahului oleh Muhammad Yamin beberapa hari sebelumnya.

Para pejuang kemerdekaan Indonesia telah mampu menyusun dan mengesahkan Konstitusi Negara Indonesia yang dikenal dengan UUD 45. Pada bagian ‘Pembukaan’ tercantum dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, yaitu Pancasila.


Beberapa hari ini kita mendengar slogan ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’, slogan yang digunakan Pemerintahan Jokowi dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 – 1 Juni 2017.

Di era generasi milenial yang mana informasi begitu deras dan mudah didapat ini sejarah hari lahir Pancasila masih menjadi perdebatan.

Jasmerah! (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah), adalah kalimat bijak untuk bisa memahami sejarah bagaimana tokoh-tokoh bangsa dan umat seperti Muh Yamin, Seopomo, Soekarno dan M. Hatta dalam proses dilahirkannya Dasar Negara Indonesia, Pancasila. Sejarah seputar sidang-sidang BPUPKI dan PPKI patut menjadi pelajaran bagaimana Pancasila dirumuskan dan dilahirkan.

Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan Pancasila lahir tanggal 18 Agustus 1945.

“Bahwa hari lahirnya Pancasila bukanlah tanggal 1 Juni, tetapi tanggal 18 Agustus ketika rumusan final disepakati dan disahkan,” kata Yusril seperti dilansir ANTARA.

Menurut Yusril, pidato Sukarno tanggal 1 Juni baru berupa masukan, seperti masukan dari tokoh-tokoh lain baik dari golongan kebangsaan maupun dari golongan Islam.

“Jika membandingkan usulan Sukarno tanggal 1 Juni 1945 dengan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945, cukup mengandung perbedaan fundamental,” kata Yusril.

Sila Ketuhanan saja, kata Yusril, diletakkan Sukarno sebagai sila terakhir.

“Tetapi rumusan final justru menempatkannya pada sila pertama. Sukarno mengatakan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi Trisila, dan Trisila dapat diperas lagi menjadi Ekasila yakni gotong-royong. Sementara rumusan final Pancasila, menolak pemerasan Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila,” kata Yusril.

Menurutnya, sebelum disahkan tanggal 18 Agustus, Sukarno dan Bung Hatta meminta tokoh-tokoh Islam agar menyetujui frasa “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” dihapus.

Saat itu Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo (tokoh Muhammadiyah) kecewa namun akhirnya menerima ajakan Sukarno dan Hatta.

Kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Mahaesa”.

Menurut Yusril banyak pelajaran penting yang dapat dipetik dari tejadinya kelahiran Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945. Yaitu para tokoh bangsa dan umat dapat berkompromi yang pada akhirnya menghasilkan rumusan tentang landasan falsafah negara, Pancasila, seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Berikut teks Pancasila versi 1 Juni 1945 dengan versi 18 Agustus 1945, menurutmu mana yang digunakan hingga kini ?.

Rumusan Versi 1 Juni 1945

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan

Pancasila 18 Agustus 1945
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.***


Keterangan: sebagian tulisan ini dicopas dari situs Gema Rakyat
Indonesian Free Press -- Pada suatu hari setelah berakhirnya suatu peperangan, Rosulullah mendapatkan seseorang yang pernah berjasa kepadanya namun berperang di pihak musuh, tertawan. Demi dilihatnya orang itu, maka Rosul memerintahkan agar orang itu dibebaskan, sementara tawanan-tawanan lainnya ditawan dan dihukum mati.

Nasib berkebalikan dialami oleh Houshang Asadi, jurnalis dan anggota partai komunis Iran. Menjalin persahabatan dengan Ali Khamenei selama dipenjara bersama tahun 1974 di penjara Moshtarek, setelah Khamenei terpilih menjadi Presiden Iran tahun 1981, Khamenei justru memerintahkan Asadi ditahan lagi di penjara Moshtarek dan selama enam tahun menjalani penyiksaan secara sistematis.


Kepada The New York Times yang mewawancarainya di Perancis tahun 2012, Asadi mengatakan tentang Ali Khamenei, "Kami saling berpelukan dan dengan air mata menetes di pipinya, ia (Khamenei) berbisik di telinga saya, 'Houshang, bila Islam telah berkuasa, tidak akan ada lagi air mata yang tumpah dari seseorang yang tidak bersalah'.”

"Apa yang tidak terbayangkan oleh Asadi adalah ulama itu kemudian menjadi Presiden Republik Islam Iran dan kemudian ia memenjarakannya kembali, menjatuhkan hukuman mati dan secara brutal menyiksanya selama enam tahun di penjara yang sama.

Saat ini, ulama itu telah menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, yaitu Ayatollah Ali Khamenei," tulis New York Times.

Nasib yang hampir sama dengan Asadi, namun jauh lebih tragis, dialami oleh Hassan Pakravan, mantan Kepala Inteligen dan polisi rahasia SAVAK Iran di bawah regim Shah Pahlevi. Ketika Pakravan dijatuhi hukuman mati oleh pemimpin Iran, Ayatollah Khomeini pada tanggal 11 April 1979, rakyat Iran bersorak sorai karena menganggapnya sebagai orang yang patut dihukum mati karena kekejamannya. Namun, rakyat Iran tentu tidak pernah berfikir bahwa Pakravan adalah sahabat dekat Ayatollah Khomeini.

Ketika pada tahun 1963 Khomeini dijatuhi hukuman mati oleh regim Shah Pahlevi, Pakravanlah yang berjasa besar menyelamatkannya dari tiang gantungan. Ia berhasil membujuk pemimpin tertinggi Shiah kala itu, Ayatollah Shariatmadari, untuk menyematkan gelar Ayatollah kepada Khomeini, sekaligus menganulir vonis mati Khomeini karena konstitusi Iran melarang seorang Ayatollah untuk dihukum mati. Namun setelah KHomeini berhasil meraih kekuasaan pada tahun 1979, Pakravan menjadi salah satu korban pertama eksekusi yang dijatuhkan oleh Khomeini. Sedangkan Shariatmadari, harus menjalani berbagai penindasan yang dilakukan Khomeini terhadapnya, mulai dari penahanan rumah hingga penyiksaan, dan terakhir dipermalukan dengan permohonan ampunan secara terbuka kepada Khomeini.

Saya (blogger) tidak percaya kalau Khomeini adalah pelaku penyembahan setan yang mengorbankan orang-orang dekatnya sendiri untuk meraih kesuksesan. Namun saya percaya, Khomeini melakukan itu semua untuk menyembunyikan masa lalunya yang gelap. Seperti Rouhani berusaha menyembunyikan praktik-praktik kotor para elit penguasa Iran dengan menghukum mati pengusaha kaya Babak Zanjani tahun 2016.

Ketika Khomeini dan para pendukungnya merebut kekuasaan Iran, jaringan lama yang menghubungkan kepentingan Iran dengan bisnis minyak internasional, khususnya British Petrolium, tetap terjaga. Pakravan, sahabat Khomeini itu memang tewas, namun Dr. Mehdi Hessabi diberi amnesti oleh Khomeini dan tangan kanan Khomeini, Hashemi Rafsanjani memupuk kekayaan hingga miliaran dollar.

Revolusi Iran tahun 1979 berjalan aneh. Tidak ada faktor-faktor yang mendukung untuk meletupnya revolusi. Tidak ada krisis sosial ekonomi. Tidak ada bencana alam. Namun kepentingan minyak Inggris dan Amerika terancam oleh sikap Shah Pahlvei yang semakin independen dan nasioanlis, membagi-bagikan tanah untuk rakyat dan menggelontorkan penghasilan minyak lebih banyak untuk kesejahteraan rakyatnya. Maka, Khomeini yang telah disiapkan lama di Perancis, dengan perlindungan Amerika dan Inggris dikirim pulang ke Iran untuk menggelorakan revolusi.(ca)



(Bersambung)

Indonesian Free Press -- Saking semangatnya membela Iran, saya sampai lupa melakukan konfirmasi ketika menulis 'tidak ada pejabat Iran yang sekolah atau bekerja di Barat'. Nyatanya, Presiden Rouhani adalah lulusan Glasgow University di Skotlandia, dan Menlu Mohammad Javad Zarif bahkan selama 11 tahun bersekolah di San Francisco State University (B.A.) dan University of Denver (M.A.), (Ph.D.). Sejumlah besar 'elit' penguasa Iran ternyata juga lulusan Amerika, termasuk anggota-anggota keluarga mantan presiden Iran yang juga pemimpin revolusi Iran, Hashemi Rafsanjani.

Dan jangan lupa. Pemimpin Tertinggi Iran dan pemimpin revolusi sekaligus pendiri negara Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini, selama belasan tahun tinggal di Perancis dan bergaul erat dengan elit-elit Barat.

Pada titik inilah, saya percaya penuh bahwa Iran tidak kebal dari kejahatan konspirasi zionis global penyembah dajjal. Dan dengan menggunakan akal yang saya punyai, fakta-fakta sejarah yang ada sebagaimana telah saya tulis dalam beberapa tulisan sebelumnya, saya percaya sepenuhnya bahwa tangan-tangan setan masih mencengkeram Iran.


"Presiden Rouhani, adalah anak didik dari miliuner dan 'godfather' politik Akbar Hashemi Rafsanjani. Setidaknya, sebagian dari anak buah Rafsanjani membentuk semacam “Deep State” di Iran yang berhubungan dengan mantan orang-orangnya Shah Pahlevi, inteligen barat, keluarga Rothschilds, dan freemasonri. Secara singkat, para terduga aktifis New World Order … Tidak heran jika media-media utama (MSM) memujinya sebagai 'reformist'," tulis editor Veterans Today Kevin Barrett, 13 Mei, berjudul 'Insider spills secrets: Western-freemasonic coup attempts against Iran'.

Kevin Barrett pun mengutip pernyataan Barry Lanza, mantan agen CIA yang menjalin hubungan dekat, bahkan menjadi menantu dari keluarga elit Iran yang terlibat dalam 'Deep State' di Iran. Lanza menulis:

“Keluarga istri saya, Hessaby adalah bagian dari Dinasti Qajar. Banyak dari mereka yang menjadi pejabat regim Shah Pahlevi dan diam-diam bekerja untuk kepentingan yahudi. Seorang anggota keluarga Hessaby mendirikan University of Tehran di bawah pemerintahana Mossedegh. Kerabat istri saya turut mendirikan perusahaan National Iran Oil Company di London. Keluarga istri saya masih menjalankan yayasan di Iran yang bergerak di bidang penelitian nuklir. Mereka tampaknya memiliki hubungan dengan Keluarga Rothschild.”

Barry bahkan mengetahui detil kudeta tahun 1988 di Iran yang dijalankan CIA dan pemboman pesawat Pan Am 103 di Lockerbie, Desember 1988, yang dilakukan 'Deep State' Iran untuk menghancurkan kepentingan keluarga Shan Pahlvei. Ia bahkan mengetahui adanya hubungan serangan WTC 2001 dengan Iran.

Barry Lanza adalah menantu dari Dr. Mehdi Hessabi, yang menurut pengakuan Lanza adalah seorang mata-mata Inggris di Iran yang dijatuhi hukuman penjara oleh regim Shah, namun mendapat amnesti. Sebelumnya Hessabi adalah seorang gubernur di pemerintahan kolonial Inggris hingga regim Shah. Ia aktifis freemason di Inggris, Perancis, Scotlandia, Michigan-Amerika, Iran, dan California-Amerika. Pada Desember 1977 ia pindah ke Paris untuk merancang revolusi Iran dan menempatkan Khomeini sebagai pemimpin tertinggi Iran, bersama pemimpin polisi rahasia Iran (SAVAK) Jendral Fardoust dan Pakravans.

Tentang Pakravans sendiri, Wikipedia menulis bahwa ia adalah sahabat dekat Khomeini. Ketika KHomeini dijatuhi hukuman mati oleh Shah Pahlevi tahun 1963, ia menemui Shah untuk meminta amnesti bagi Khomeini. Shah setuju, namun dengan syarat Khomeini harus diusir. Pakravans kemudian menghubungi pemimpin Shiah Ayatollah Shariatmadari untuk merancang pembebasan Khomeini. Shariatmadari kemudian mengangkat Khomeini menjadi Ayatollah sebagai syarat pemberian amnesti.

Namun nasib mengenaskan justru kemudian harus ditanggung Shariatmadari dan Pakravans paska revolusi yang berhasil mengangkat Khomeini sebagai pemimpin tertinggi Iran tahun 1979. Ayatollah Shariatmadari, sebagaimana telah ditulis di blog ini, meninggal dalam tahanan rumah setelah sebelumnya disiksa regim Khomeini. Sementara Pakravans, dihukum mati.

Ini mengingatkan saya (blogger) pada beberapa orang yang saya kenal. Mereka meraih puncak karier setelah mengorbankan beberapa teman dan orang dekatnya sendiri. Entah sadar atau tidak, mereka sudah menjalankan ritual 'pengorbanan darah' untuk setan, atau semacam ritual 'pesugihan'.(ca)


(Bersambung),
Indonesian Free Press -- Beberapa tahun yang lalu blogger melihat video youtube! yang memperlihatkan seorang laki-laki kulit putih yang terlibat perselisihan dengan seorang laki-laki Cina di dalam kabin kereta api. Terlihat laki-laki bule itu hanya duduk diam sementara laki-laki Cina tersebut memaki-maki dirinya. Pada satu saat, setelah merasa di atas angin karena diamnya si Bule, laki-laki Cina itu memegang dagu bule tersebut. Sontak bule tersebut berdiri, menekuk tangan laki-laki Cina itu dan kemudian mendorongnya ke sudut kursi. Kemudian bule tersebut mengingatkan laki-laki Cina itu untuk diam.

Namun, meski sudah kalah fisik dan tenaga dan duduk terpojok di sudut kursi, laki-laki Cina itu masih saja berteriak-teriak. Hanya saja, ia tidak lagi berani menyentuh tubuh bule tersebut. Untuk lebih jelasnya silakan melihat sendiri video tersebut di sini:

https://www.youtube.com/watch?v=WUkIkqedcys


JIka kita menelusuri youtube!, video-video sejenis akan banyak sekali ditemukan. Termasuk video yang viral di media online internasional adalah tentang anak balita yang berperilaku seperti jagoan kungfu, melawan petugas keamanan yang hendak membongkar dagangan neneknya. (Silakan lihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=qvkM3VNANWE).

Jika kita berbicara tentang film Mandarin, Hongkong, Taiwan atau apapun istilahnya yang merujuk pada film-film yang diproduksi oleh negara-negara ber-etnis Cina, maka persepsi paling dominan adalah film-film tersebut adalah film 'action' yang menggambarkan seorang jagoan etnis Cina. Maka film-film Cina identik dengan nama-nama Jacky Chan, Jet Lee, dan Andi Lau. Di masa lalu ada nama-nama seperti Fu Shen, Wang Yu, David Chiang, Chen Kuan Tai, yang semuanya adalah bintang-bintang 'action'.

Saya telah mencoba menganalisis tentang faktor apa yang mengakibatkan film-film Cina/Hongkong identik dengan kekerasan, sama seperti saya mencoba menganalisis mengapa orang-orang yahudi dikenal sangat chauvinis. Ternyata, semua itu berhubungan dengan sejarah kelam masa lalu orang-orang Cina dan Yahudi.

Orang-orang Cina dan yahudi sangat bangga dengan identitas kebangsaannya. Orang Cina menganggap negaranya sebagai 'negara pusat dunia' (Zong Guo), sementara orang-orang yahudi menganggap mereka sebagai 'bangsa pilihan Tuhan'. Pada saat yang sama mereka juga menyimpan dendam sejarah bahwa bangsa mereka ternyata hanya bisa menjadi 'bangsa jajahan' dan 'bangsa yang kalah'.

Seperti diketahui bangsa yahudi mengalami sejarah yang sangat pahit: pindah dari tempat asalnya di Kanaan (Palestina) ke Mesir karena bencana kekeringan. Diperbudak bangsa Mesir, diperbudak bangsa Babilonia, dan diusir dari negerinya sendiri oleh Romawi. Selanjutnya mereka hidup tercerai berai di segala penjuru dunia. Sedangkan bangsa Cina berulangkali harus menjadi bangsa jajahan di negerinya sendiri. Setelah dijajah orang-orang Mongol, mereka juga dijajah oleh orang-orang Manchu (Korea), orang-orang Eropa dan terakhir dijajah Jepang.

Kepahitan itu disimpan dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, disimpan di alam bawah sadar kolektif, yang melungkupi mayoritas orang-orang Cina. Faktor inilah yang mendorong kesadaran orang-orang Cina untuk berwatak 'keras kepala' dan 'sok jagoan'. Di negara-negara di mana orang-orang beretnis Cina menjadi minoritas seperti Indonesia, faktor 'ketakutan akan kembali ditindas' dan 'kesadaran kolektif bawah sadar' tersebut di atas, seringkali membuat mereka bersikap ekstrim. Seperti mereka yang berani mengolok-olok pribumi sebagai 'Tiko', seperti Beny, Cina pemicu kerusuhan anti-Cina di Makassar tahun 1997, atau seperti Ahok.(ca)

Oleh: Irvan Rahfiansah

Indonesian Free Press -- Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu,, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الأَعْيُنِ ، حُمْرَ الْوُجُوهِ ، ذُلْفَ الأُنُوفِ ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ

“Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, berwajah merah dan berhidung pesek seakan-akan wajah mereka seperti perisai yang ditempa palu” (HR. Bukhari)
***

Syaikh Dr Muhammad Al Arifi dalam buku Nihayatul A’lam dan Syaikh Mahir Ahmad Ash Shufi dalam buku Asyratus Sa’ah menjelaskan bahwa bangsa Turk yang dimaksud hadits itu adalah bangsa Tartar (Mongol).

-Sebagai catatan tambahan, perlu diketahui bahwa kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat bagian yaitu; Dinasti Yuan/Cina, Ilkhanate/Persia, Chagatai Khanate/Asia Tengah, dan Golden Horde/Rusia. Semua wilayah bagian itu dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan-. (J.A. Boyle, On the titles given in Juvaini to certain Mongol princes, Harvard Journal of Asiatic Studies, XIX, 1956, Hal. 146-54.)

***

Adalah suatu bangsa, dimana dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa tidaklah wilayah di sudut bumi ini didatangi mereka melainkan berakhir dengan kebinasaan.

Ya. Mereka adalah Ya'juj & Ma'juj. Kelompok manusia keturunan Nuh As, yg kekejaman perilakunya diabadikan dalam surat Qs. Al-Kahfi. Hal itu pula lah yg melatarbelakangi Dzulqarnaen atas permintaan suatu kaum yg menyaksikan ketidakwajaran perilaku Ya'juj & Ma'juj untuk dibuatkan hijab (dinding yg terbuat dari persenyawaan besi dan tembaga) yg memisahkan mereka dengan sekelompok manusia destruktif keturunan Nuh As ini.
***

Dalam sebuah riwayat, disampaikan bahwa jumlah mereka sangat banyak. Rasulullah Muhammad Shallahu'alaihi wassalam bahkan mengisyaratkan, diantara 1000 manusia maka 999 diantaranya adalah golongan Ya'juj dan Ma'juj. Saking banyaknya,, sungai pun akan mengering apabila diminum oleh sekelompok kecil diantara mereka.

Kelak di akhir zaman, setelah terbunuhnya Dajjal oleh Isa As,, mereka akan keluar dari tempat yang tinggi lalu memenuhi seluruh permukaan bumi. Ya'juj & Ma'juj akan membunuh siapa saja yg ditemui dan merusak apapun yg mereka lewati. Begitu luar biasanya daya rusak bangsa mereka, maka jangankan manusia biasa,, Isa As pun tak mampu mengalahkan Ya'juj dan Ma'juj.
***

Sampai disini bisa kita dibayangkan bahwa, 1 Manusia berdarah Ya'juj & Ma'juj semacam Ahok saja telah memiliki efek destruktif yg luar biasa bagi persatuan sebuah bangsa besar seperti Indonesia. Bagaimana jika dia datang dengan ribuan lainnya...?

Lalu pertanyaannya adalah, apakah benar bahwa Ahok merupakan manifestasi bangsa berketurunan Ya'juj dan Ma'juj... ??

Jika diamati melalui pendekatan watak dan perilaku (behaviour approchment), penulis memiliki keyakinan bahwa Ahok adalah Trah biologis yg mewarisi gen destruktif bangsa leluhur mongol dan taryar,, yakni Ya'juj & Ma'juj.

Dan supaya tulisan ini menjadi sedikit Ilmiah,, mari kita lakukan penelurusan fakta melalui pendekatan manuscript sejarah yg disertai kebenaran hujjah (dalil, hadits, dan ijtihad para ulama mu'tabar)

Bersambung....


Catatan: dicopas dari status Facebook Irvan Rahfiansah
Indonesian Free Press -- Pengantar blogger:

Kaum yahudi dikutuk Allah, para Nabi dan ummat manusia sedunia, adalah sebuah fakta yang tidak bisa dibantah.

Apakah karena semua orang yahudi jahat? Tidak, bahkan sebagian para Nabi yang mengutuk itu adalah orang yahudi sendiri, dan banyak juga orang-orang yahudi yang baik, termasuk kebaikan mereka yang disebutkan dalam Al Qur'an.

Tapi, mengapa orang-orang yahudi dikutuk, seolah semua orang yahudi adalah buruk? Tidak lain karena 'mayoritas' dari mereka berwatak buruk. Jadi, tidak salah mengutuki suatu kaum yang mayoritas di antara mereka berwatak buruk dengan keyakinan masih ada di antara kaum terkutuk itu adalah orang-orang baik. Yang demikian adalah untuk memberi peringatan kepada manusia agar tidak jatuh ke dalam fitnah.


Di antara bangsa-bangsa di dunia terdapat dua bangsa yang secara umum memiliki kharakter buruk yang sama. Mereka licik dan kejam,dan secara umum chauvinis. Salah satu faktornya adalah faktor historis, mereka adalah bangsa-bangsa yang hampir sepanjang hidupnya terjajah oleh bangsa-bangsa lain. Salah satu bangsa itu adalah yahudi. Lalu, bangsa satunya lagi? Silakan belajar sejarah.

----------------

Menarik, dalam satu hari dua lembaga mengeluarkan pernyataan berbeda, KPK membantah telah mengeluarkan pernyataan jika Bos Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan, sebagai tersangka.

Namun berbeda dengan pihak imigrasi, Melalu Dirjend Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny F Sompie membenarkan jika Aguan dicekal sebagai tersangka sesuai dengan surat yang dikirim KPK, slain Aguan juga seseorang yang berinisial S.

Pengacara Sanusi, Krisna Murti mengatakan jika kerabat dekat Ahok yang selalu menjadi penghubung antara Ahok dan pengusaha adalah Sunny Tanuwidjaja staff Ahok di Pemprov DKI Jakarta.

Sobari Hong Junior, seorang analis politik juga penyidik forensik, melalui akunnya @Zumpio membenarkan jika Sunny adalah kerabat dekat, dan mereka sama dari Belitung Timur.

Bahkan Sobari menyatakan baik Sunny maupun Sanusi keduanya adalah direktur di Agung Podomoro Land, ” dua S ini seakan lawan, padahal asli kawan seiring seperjuangan menghamba ke tuan yang sama,” tulis Sobari.

sunny-tanuwidjajaNamun Sobari mengingatkan kepada Sunny sebagai salah satu saksi kunci atas keterkaitan antara APL dan Ahok yang didukung oleh sembilan naga, agar segera mencari perlindungan saksi.

“Sunny Tanuwidjaja saya sarankan segera hubungi lembaga perlindungan saksi. Bisa jadi sudah ada kontrak untuk nyawa anda,” lanjut Sobari.

Karena Sunny adalah pemegang kunci, selain sebagai simpul politik Ahok, juga pemegang data aliran uang, ” sembilan naga mulai unjuk kekuatan,” ujar Sobari.

Menurut Sobari masing-masing kubu sudah mulai unjuk taring, namun kartu masih dipegang rapat.

Anjuran agar Sunny segera meminta perlindungan, dikarenakan Sobari tahu sekali apa yang dilakukan oleh sembilan naga yang berdiri dibelakang Ahok.

“Kita berhadapan dengan para pemerkosa hukum yang tidak pernah segan menghabisi nyawa orang,” tulis Sobari yakin.

Sobari mengingatkan para kelompok Naga ini tidak mempan digertak bahkan tega dalam menghabisi nyawa orang lain, ” Mereka bahkan pernah cabut pistol ke Anggota DPR di gedung DPR,” ujar Sobari.

Bahkan cara menghakimi para penantang mereka, dengan menjatuhkan orang dari sebuah helikopter juga dilakukan, ” itu spesialisasi naga yang berkantor di SCBD. Silahkan tanya @arifz_tempo,” ucap Sobari melalui tweetnya.

Sobari sendiri menyadari hal itu, namun tidak membuatnya mundur untuk membuka semua perilaku kejahatan, bahkan dengan bangga Sobari mengatakan jika yang berada di lingkaran satu Ahok mulai panik dengan info yang dia berikan kepada masyarakat.

“Pertanda ada yang panik, dan kecebong (pengikut Ahok di sosmed alias buzzer) panas dingin,” tulisnya.(Jall)


Keterangan: dicopas dari situs Pembawa Berita, 5 April 2016