Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

Labels

Labels

agama (10) ekonomi (20) Entertaiment (20) Hiburan (13) Internasional (10) Kesehatan (16) Movie (34) Nasional (69) politik (224) sejarah (15) Slider (163) Sports (2) zionisme/conspiracy theory (25)

KOMPAS TV... Halooowww :D
KECEBONG, SALAH Lagi... maksudnya mau menjadikan MASKOT anak itu, untuk Menggantikan si DESI (Denny Siregar) yang mulai SURAM, Tapi sayangnya Tidak Sesuai Harapanmu lagi yah Bong :D :D :D

Karena Tukang COPAS, itu banyak termasuk kalian juga tukang COPAS, nah anak ini termasuk Tukang COPAS yang TIDAK SANTUN, krn Tidak Menaruh Nama dari SIAPA dia COPAS Tulisan itu pada Status FB nya, jadi IJIN pun tidak...

Penulis sebenarnya bernama mita handayani...ini salah satu tulisannya si mita yg di copas Idawati Sitompul pada tahun 2016 dan disebelahnya COPASan si AFI bulan Mei 2017

Makanya bong dari dulu saya ingatkan, SUKA RIA itu Sekedarnya saja, jangan terlalu berlebihan, krn menerima Kenyataan itu ga enak
Oleh : Hersubeno Arief (Konsultan Media dan Politik)

Indonesian Free Press -- Front Pembela Islam (FPI) kembali bikin heboh. Selain kasus hukum yang tengah membelit Imam Besar Habib Rizieq Shihab, yang tengah ramai mendapat sorotan adanya tuduhan anggota FPI mengintimidasi seorang dokter wanita di Solok, Sumatera Barat.
*Benarkah FPI kelompok radikal, garis keras yang kerjanya hanya bikin rusuh dan onar?*
Keberadaan kelompok-kelompok semacam FPI inilah yang ditengarai menjadikan media asing terutama negara-negara Barat menilai kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI sebagai kemenangan “kelompok radikal”. Kemenangan “kelompok intoleran.”
Maklumlah bila kita bicara FPI yang terbayang adalah sekelompok orang berseragam putih, sebagian memakai gamis dan bersorban, sedang menghancurkan beberapa lokasi hiburan malam di beberapa kota, terutama kota besar seperti Jakarta.

Citra itu melekat sangat kuat kepada FPI. Kalau dalam bahasa anak gaul ada satu kata yang bisa menggambarkan FPI. *_Nyebelin. Rese._*
Tidak mengherankan ketika masa kampanye Pilkada DKI putaran pertama Anies R Baswedan berkunjung ke markas FPI di Petamburan, banyak yang terbelalak dan menjadi sangat kecewa.
Anies yang selama ini dikenal sebagai seorang muslim modern, metropolis, moderat bahkan disebut-sebut liberal kok bisa-bisanya hanya karena kepentingan untuk mendongkrak elektabilitas, bertemu dengan Habib Rizieq dan kemudian bahkan menjalin aliansi politik dengan FPI.
Banyak yang memperkirakan langkah Anies akan membuat elektabilitasnya makin _nyungsep._
Posisi pasangan Anies-Sandi yang dalam berbagai survei selalu berada di bawah Agus-Silvy dan Ahok-Djarot bakal tambah tercecer.
Maklumlah bagi yang tidak suka FPI apalagi Habib Rizieq, keduanya sudah menjadi musuh nomor 1. *_The number one public enemies._*
Tak lama kemudian muncul isu bahwa Anies-Sandi telah menandatangani kontrak politik dengan FPI. Mereka akan memberlakukan syariat Islam di Jakarta bila memenangkan pilkada.
Lantas seperti apa kontrak politik FPI dengan Anies-Sandi? Kan tidak mungkin FPI mendukung Anies-Sandi tanpa konsesi apapun.
Dalam politik dikenal istilah _no free lunch._ Tidak ada makan siang yang gratis.
*Kontrak politik radikal?*
Ternyata benar ada kontrak politik FPI dengan Anies-Sandi. Jadi sangat benar istilah “tidak ada makan siang gratis” dalam politik.
Seperti apa bunyi kontrak politiknya? Dokumen FPI tersebut terkesan disimpan cukup rapat. Ada setidaknya 40 kontrak politik Anies-Sandi dengan berbagai elemen masyarakat Jakarta, beberapa diantaranya sudah bocor ke media.
Ternyata ada 10 poin kontrak politik yang ditandatangani oleh Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin bin Zaid Al-Attas dengan Anies-Sandi.
Cakupan kontrak politik tersebut sangat luas. Mulai dari soal perlindungan warga terhadap penggusuran sampai penghentian reklamasi Teluk Jakarta.
Namun dari ke-10 kontrak tersebut yang sangat menarik adalah poin kedua dan keempat.
Pada poin kedua disebutkan *“Bahwa, apabila kelak terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, akan mengutamakan kepentingan rakyat dalam arti tidak membeda-bedakan agama, suku, etnis, golongan, ras serta merangkul semua kelompok dan elemen masyarakat yang majemuk dan heterogen.”*
Pada poin ke-empat
*,” Bahwa apabila kelak terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, akan melindungi warga Jakarta serta menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).*
Sementara pada poin keenam sangat khas FPI berkaitan dengan masalah moral, tapi lagi-lagi dikaitkan dengan perlindungan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan kerukunan beragama.
*“Bahwa apabila kelak terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, wajib mengatasi segala bentuk kejahatan moral, korupsi, narkoba dan memberantas tindak pidana asusila pornografi/pornoaksi serta memberikan rasa aman dalam beribadah kepada semua warga sesuai agama dan keyakinan yang dianutnya dalam upaya meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.”*
Poin-poin lain yang diajukan FPI berkaitan dengan fasilitas publik seperti mengatasi kemacetan, banjir, penataan perumahan kumuh, tidak melakukan penggusuran semena-mena, peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan para pendidik.
Tidak ada satupun poin yang berkaitan dengan pemberlakukan Syariat Islam apalagi mengistimewakan keberadaan FPI.
Semua poin kontrak politik yang diajukan _“gak FPI banget.”_ Ini benar-benar sebuah kontrak politik yang radikal.
Kemana itu hilangnya wajah garang FPI. Kemana aksi-aksi yang disebut banyak pihak sebagai bentuk radikalisme dan intoleransi. Kemana aksi-aksi yang kalau menggunakan istilah beberapa kalangan yang mendadak NKRI sebagai aksi yang anti NKRI dan tidak bhineka itu?
Mengapa FPI tidak memanfaatkan kesempatan mumpung ada pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang bersedia menandatangani kontrak politik?
Biasanya kan kalau kandidat sedang membutuhkan dukungan, apa saja kontrak politik akan ditanda tangani, yang penting mendapat tambahan suara. Apalagi saat itu posisi Anies-Sandi juga tengah kritis.
*Sering disalahpahami*
Keberadaan FPI memang sering disalahpahami. FPI juga salah satu contoh korban sempurna dari proses framing dan labeling yang banyak dilakukan oleh media dan kelompok-kelompok yang alergi dengan kekuatan Islam.
Penjelasan ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal sebagai Aa Gym bisa membantu untuk memahami posisi figur seperti Habib Rizieq dan FPI. Sebagai muslim diajarkan agar menjalankan agama secara paripurna, kita harus melaksanakan *“Amar ma’ruf, nahi munkar.”* Mengajak berbuat baik dan mencegah melakukan perbuatan munkar, mencegah perbuatan yang tidak baik.
Kebanyakan ulama mengambil peran pada amar ma’ruf saja. Sementara yang melakukan nahi munkar, sangat jarang. *Ada yang bertugas menyemai dan menanam benih, tapi ada juga yang bagiannya cabut rumput dan menyemprot hama.* Barulah lengkap dan tanaman bisa tumbuh subur dan sehat.
Habib Rizieq dan FPI berani mengambil peran yang jarang mau dilakoni banyak orang. Dia jadi tukang cabut rumput dan penyemprot hama. Peran itu sangat berat. Peran itu membuat dia banyak dimusuhi.
Musuhnya mulai dari para pemilik hiburan malam, pengedar dan pengguna narkoba, minuman keras, para pelaku dan konsumen prostitusi, dan berbagai kegiatan negatif lainnya. Musuhnya adalah oknum aparat negara yang ikut menikmati berbagai aktivitas yang menyimpang tersebut.
Lho bukannya semua itu tugas aparat hukum? Bukankah negara kita negara hukum. Tidak boleh main hakim sendiri?
Bagi Anda generasi lama atau penggemar film-film Hollywood lawas pasti kenal dengan tokoh Django (1966) yang diperankan oleh Franco Nero. Django adalah jagoan pembela kebenaran yang beraksi manakala kedzoliman merajalela dan aparat penegak hukum tidak bertindak atau malah menjadi bagian dari sindikat kejahatan.
Prototipe semacam itu juga banyak tampil di film-film Hollywood dalam genre film cowboy. Mereka hanya turun ketika situasi _law and order_ tidak berjalan.
Ketika semua berjalan baik, mereka akan meninggalkan kota dan kembali ke habitat asalnya. Habitat jalan dakwah. Sebuah jalan sunyi yang jauh dari hiruk pikuk dunia hiburan malam.
*“Ane janji kagak bakal demo apalagi ngancur-ngancurin tempat hiburan malam kalau gubernur dan aparat bekerja dengan bener,”* ujar seorang tokoh FPI.
Musuh FPI dan Habib Rizieq bertambah banyak karena mereka kemudian terlibat dalam Pilkada DKI dalam ikhtiar mendukung figur gubernur DKI yang bisa menjalankan nahi munkar. Mereka menjadi sosok yang membahayakan kepentingan politik kelompok-kelompok tertentu yang sering disebut sebagai oligarki.
Habib Rizieq menjadi sosok yang membahayakan kekuasaan ketika tampil sebagai pimpinan dan figur sentral di Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.
*Tugas kemanusiaan dan bencana*
Di luar aksi-aksi nahi munkar, FPI sesungguhnya banyak terlibat dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Tapi sayangnya hal itu tidak cukup menarik dan sexy bagi media, apalagi mereka yang sejak awal sudah punya frame dan label tersendiri.
Masih ingat kan ketika Laskar FPI mengawal sepasang pengantin yang akan menikah di Katedral Jakarta saat berlangsung Aksi Bela Islam 212? Kelompok radikal dan intoleran kok mau-maunya mengawal pengantin non-muslim yang mau menikah di Katedral.
Di berbagai bencana alam, pasukan FPI juga selalu hadir paling awal. Yang paling fenomenal adalah ketika berlangsung bencana tsunami di Aceh Desember 2004. Habib Rizieq dan pasukan FPI bahu membahu membahu bersama TNI melakukan evakuasi ribuan jenazah.
Tanpa bermaksud menafikan peran begitu banyak relawan dari berbagai elemen masyarakat dan dari berbagai negara, FPI termasuk yang berdiri di garda terdepan dan paling banyak melakukan evakuasi.
FPI termasuk Habib Rizieq berbulan-bulan bertahan di Aceh dan bermalam di Taman Makam Pahlawan Kampung Ateuk Pahlawan, Banda Aceh.
Wartawan sering menemui Habib Rizieq yang berteduh, tidur, makan minum dan beribadah di bawah sebuah bangunan makam yang kebetulan bentuknya agak besar. Majalah Tempo pernah membuat reportase cukup menarik tentang kiprah FPI pada saat tsunami Aceh.
*Adu domba kasus dr Fiera*
Bagaimana dengan kasus intimidasi terhadap dr Fiera Lovita? Kasus ini sekarang sedang sangat hit dan ramai diberitakan media, terutama medsos.
Dokter yang bertugas di Solok, Sumbar ini sempat membuat status di medsos yang dinilai menghina Habib Rizieq berkaitan dengan kasus chating dengan Firza. FPI Sumbar sempat berang dengan aksi dokter tersebut. Namun dengan mediasi kepolisian masalahnya bisa diselesaikan dan dr Fiera sudah membuat pernyataan meminta maaf. _The problem is solved._
Tiba-tiba kasus itu malah meledak. Ada yang menggorengnya. Beberapa organisasi mengecamnya sebagai bentuk intimidasi dan intoleransi. Mabes Polri menyebut ada yang sedang mencoba mengadu domba.
Berdasarkan informasi dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal tidak ada intimidasi.
Bantahan serupa juga disampaikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Menurutnya Bumi “Urang Awak” itu juga aman-aman saja.
Para “pembuat badai” ini rupanya melihat kasus dr Fiera sebagai sebuah isu yang sexy yang melibatkan FPI. Apalagi dr Fiera juga seorang muslimah yang berjilbab. Momentumnya juga sangat pas dengan penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka.
Agar lebih dramatis, mereka sampai turun tangan melakukan “evakuasi” dr Fiera dan kedua anaknya ke Jakarta.
*Peran para “pembuat badai” ini mengingatkan kita pada sebuah syair lagu gubahan penyair Taufik Ismail, yang dipopulerkan group band God Bless, Panggung Sandiwara. //Ada peran wajar/ dan ada peran yang berpura-pura//Mengapa kita bersandiwara?//*end


Keterangan: dicopas dari status Uwais Alatas.
Indonesian Free Press -- Pada bulan September 2013, Menlu Iran Javad Zarif membuat kicaun di Tweeter, "Happy Rosh Hashanah", merujuk pada Tahun Baru Yahudi.

Hal itu memancing respons luas di antara pengikutnya, di antaranya Christine Pelosi, putri dari politisi senior Amerika yang dikenal sebagai pendukung berat zionis, Nancy Pelosi. Christine membalas kicauan Zarif: "Terima kasih. Namun tahun baru akan semakin manis bila Anda mengakhiri penolakan terhadap holocaust, Tuan."

Tanpa diduga Christine Pelosi, ia mendapat respons dari Zarif: "Iran tidak pernah menolak holocoust."

Lebih mengejutkan lagi Zarif menyindir Ahmadinejad, mantan Presiden Iran dari kubu konservatif yang dikenal sebagai penolak mitos holocoust.


"Orang yang dianggap sebagai penolak (holocoust) kini telah pergi. Selamat tahun baru," kicau Zarif.

Sampai setengah tahun yang lalu saya juga tidak akan percaya dengan kabar ini. Seorang pejabat senior Iran berkomunikasi dengan seorang zionis, bahkan memberikan ucapan selamat kepada para zionis, sangat jauh dari pikiran saya. Saya juga tidak pernah berfikir bahwa sebagian elit penguasa di Iran adalah hasil didikan Barat.

Faktanya adalah, Javad Zarif selama 11 tahun tinggal di Amerika menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktornya. Dua anak Zarif lahir di Amerika. Maka saya tidak bisa membantah begitu saja 'tuduhan' editor Veterans Today Kevin Barrett, bahwa Zarif sebenarnya memiliki kewarga-negaraan ganda, Iran dan Amerika.

Bagaimana dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani? Ia juga lulusan universitas di Glasgow, Skotlandia, Inggris. Dipastikan masih banyak lagi pejabat-pejabat penting yang menempuh pendidikan di negara yang dijuluki sebagai 'setan besar' oleh pendiri Republik Islam Iran, Amerika.

Tahun lalu biro penyidik federal Amerika FBI menyidik keterlibatannya dengan Yayasan Alavi yang oleh pemerintah Amerika dituduh bekerja untuk pemerintah Iran dengan fungsi melakukan tindakan 'cuci uang' sebagai langkah menyiasati kebijakan sanksi Amerika untuk Iran. Ini seperti bisnisnya jutawan Babak Zanjani, yang dengan kedekatannya dengan jaringan keuangan internasional dan elit pemerintah Iran, membantu pemerintah Iran mengais uang pendapatan minyak yang tertahan karena sanksi Amerika.

Namun, jika nasib Babak berakhir tragis di tiang gantungan untuk menghilangkan jejak permainan kotor elit penguasa Iran, tidak demikian dengan Zarif. Ia dibebaskan dari jeratan hukum Amerika setelah Yayasan Alavi yang dipimpin Zarif menyerahkan bangunan 36 lantai dan sejumlah properti lainnya di Amerika kepada pemerintah Amerika.

Meski sama sekali tidak terlibat dalam gerakan Revolusi Iran tahun 1979, karena sejak tahun 1977 Zarif tinggal di Amerika, namun Zarif bersama sejumlah mahasiswa asal Iran melakukan tindakan pendudukan atas kantor Konsulat Iran di San Francisco dengan mengklaim sebagai pendukung Revolusi Iran yang anti Regim Shan Pahlevi. Mereka menuduh para diplomat Amerika sebagai 'kurang Islami', dan untuk itulah mereka harus diganti.

Zarif dan teman-temannya juga melakukan langkah yang sama terhadap Kedubes Iran untuk PBB. Untuk menghentikan langkah Zarif, kedubes Iran di PBB pun menawarinya pekerjaaan sebagai diplomat. Dan sejak saat itu, seperti ditulis Don Melvin, CNN, tanggal 3 April 2015 berjudul '6 lesser-known facts about Iran's Foreign Minister Javad Zarif', Zarif menghabiskan banyak waktu bersama John Kerry, yang kemudian menjadi capres dan terakhir menjadi Menlu Iran.(ca)



(bersambung)



Film ini mengisahkan dalam mengoperasikan Dua pilot Angkatan  udara yaitu O`leary dan Mumford, pesawat RPA telah di operasi keudara dengan jarak jauh misi mereka untuk Survei pegunungan Pakistan seyawa terpencil harapan mengidentifikasi dan membunuh sebuah HVT, misi mereka pun diyakini anggota dari Al Qaeda mulai sempit rumit.


Fisik yang sudah lelah para prajurit pun mulai mempertanyakan apa motif sebenarnya dibalik perintah ini? Apakah pilot masih menghormati kepribadian dan keamanan negara Amerika serikat? 

Sinopsis Drone (2017)
Menceritakan aksi berbau sejata militer dengan pesawat tempur. Pilot pesawat dimainkan oleh Bean, dia tidak berawak paham mengoperasi dalam melakukan rahasia dari kampungnya, Hampir waktu menipis dua tentara bertugas menentukan nasib teroris dengan menekann satu tombol senjata real time yang mematikan target tertentu….tonton full movie nya untuk menemukan jawabannya…Bioskop Online Kesayangan Anda ( mentarimovie.com )

1h 31min | Action , Drama | 26 May 2017 (USA)
Director : Jason Bourque 
Writer : Paul A. Birkett, Jason Bourque 
Stars : Sean Bean, Patrick Sabongui, Mary McCormack











Buat Anda Yang Demen Banget Taruhan Sportsbook & Casino
Mari Coba Di Maxbet268.Com
Promo Bonus New Member 10% ( Sportsbook & Casino )
Bonus Next Deposit 3% - 5%
Promo Cashback 5% - 15%
BONUS REFERRAL 2% ( SEUMUR HIDUP!!! )
Bawa Pulang Puluhan Juta Sekarang Juga!!!
KLIK and Play with fun MaxbetIndonesia

Indonesian Free Press -- Pada suatu hari setelah berakhirnya suatu peperangan, Rosulullah mendapatkan seseorang yang pernah berjasa kepadanya namun berperang di pihak musuh, tertawan. Demi dilihatnya orang itu, maka Rosul memerintahkan agar orang itu dibebaskan, sementara tawanan-tawanan lainnya ditawan dan dihukum mati.

Nasib berkebalikan dialami oleh Houshang Asadi, jurnalis dan anggota partai komunis Iran. Menjalin persahabatan dengan Ali Khamenei selama dipenjara bersama tahun 1974 di penjara Moshtarek, setelah Khamenei terpilih menjadi Presiden Iran tahun 1981, Khamenei justru memerintahkan Asadi ditahan lagi di penjara Moshtarek dan selama enam tahun menjalani penyiksaan secara sistematis.


Kepada The New York Times yang mewawancarainya di Perancis tahun 2012, Asadi mengatakan tentang Ali Khamenei, "Kami saling berpelukan dan dengan air mata menetes di pipinya, ia (Khamenei) berbisik di telinga saya, 'Houshang, bila Islam telah berkuasa, tidak akan ada lagi air mata yang tumpah dari seseorang yang tidak bersalah'.”

"Apa yang tidak terbayangkan oleh Asadi adalah ulama itu kemudian menjadi Presiden Republik Islam Iran dan kemudian ia memenjarakannya kembali, menjatuhkan hukuman mati dan secara brutal menyiksanya selama enam tahun di penjara yang sama.

Saat ini, ulama itu telah menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, yaitu Ayatollah Ali Khamenei," tulis New York Times.

Nasib yang hampir sama dengan Asadi, namun jauh lebih tragis, dialami oleh Hassan Pakravan, mantan Kepala Inteligen dan polisi rahasia SAVAK Iran di bawah regim Shah Pahlevi. Ketika Pakravan dijatuhi hukuman mati oleh pemimpin Iran, Ayatollah Khomeini pada tanggal 11 April 1979, rakyat Iran bersorak sorai karena menganggapnya sebagai orang yang patut dihukum mati karena kekejamannya. Namun, rakyat Iran tentu tidak pernah berfikir bahwa Pakravan adalah sahabat dekat Ayatollah Khomeini.

Ketika pada tahun 1963 Khomeini dijatuhi hukuman mati oleh regim Shah Pahlevi, Pakravanlah yang berjasa besar menyelamatkannya dari tiang gantungan. Ia berhasil membujuk pemimpin tertinggi Shiah kala itu, Ayatollah Shariatmadari, untuk menyematkan gelar Ayatollah kepada Khomeini, sekaligus menganulir vonis mati Khomeini karena konstitusi Iran melarang seorang Ayatollah untuk dihukum mati. Namun setelah KHomeini berhasil meraih kekuasaan pada tahun 1979, Pakravan menjadi salah satu korban pertama eksekusi yang dijatuhkan oleh Khomeini. Sedangkan Shariatmadari, harus menjalani berbagai penindasan yang dilakukan Khomeini terhadapnya, mulai dari penahanan rumah hingga penyiksaan, dan terakhir dipermalukan dengan permohonan ampunan secara terbuka kepada Khomeini.

Saya (blogger) tidak percaya kalau Khomeini adalah pelaku penyembahan setan yang mengorbankan orang-orang dekatnya sendiri untuk meraih kesuksesan. Namun saya percaya, Khomeini melakukan itu semua untuk menyembunyikan masa lalunya yang gelap. Seperti Rouhani berusaha menyembunyikan praktik-praktik kotor para elit penguasa Iran dengan menghukum mati pengusaha kaya Babak Zanjani tahun 2016.

Ketika Khomeini dan para pendukungnya merebut kekuasaan Iran, jaringan lama yang menghubungkan kepentingan Iran dengan bisnis minyak internasional, khususnya British Petrolium, tetap terjaga. Pakravan, sahabat Khomeini itu memang tewas, namun Dr. Mehdi Hessabi diberi amnesti oleh Khomeini dan tangan kanan Khomeini, Hashemi Rafsanjani memupuk kekayaan hingga miliaran dollar.

Revolusi Iran tahun 1979 berjalan aneh. Tidak ada faktor-faktor yang mendukung untuk meletupnya revolusi. Tidak ada krisis sosial ekonomi. Tidak ada bencana alam. Namun kepentingan minyak Inggris dan Amerika terancam oleh sikap Shah Pahlvei yang semakin independen dan nasioanlis, membagi-bagikan tanah untuk rakyat dan menggelontorkan penghasilan minyak lebih banyak untuk kesejahteraan rakyatnya. Maka, Khomeini yang telah disiapkan lama di Perancis, dengan perlindungan Amerika dan Inggris dikirim pulang ke Iran untuk menggelorakan revolusi.(ca)



(Bersambung)

Indonesian Free Press -- Aksi KPK melakukan OTT terhadap auditor BPK menimbulkan sejumlah besar pertanyaan. Benarkan itu murni tindakan anti-korupsi, atau aksi untuk tawar-menawar kepada BPK untuk tidak mendiskreditkan KPK berkaitan dengan kinerja keungan KPK yang diduga bobrok.

Sejumlah pengamat menilai aksi KPK tersebut berkaitan dengan rencana BPK untuk merilis laporan keuangan KPK yang amburadul dan diduga kuat terjadi penyalahgunaan anggaran negara oleh institusi super-body itu. Ini belum termasuk sejumlah kasus korupsi besar yang tidak dituntaskan KPK, seperti korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras oleh terpidana penistaan agama Basuki Cahaya Purnama (Ahok). Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini BPK telah merekomendasikan adanya tindakan korupsi oleh Ahok. Namun hal itu diabaikan oleh KPK.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra mengatakan kepada Rakyat Merdeka, Senin (29/5), bahwa BPK kemungkinan akan melakukan aksi balasan atas ditangkapnya auditor senior BPK oleh KPK baru-baru ini.

"Saling ribut dan rebut akan terjadi karena BPK pasti tidak terima. Saya menduga BPK akan melakukan serangan balik ke KPK dan kemudian saling bongkar keburukan untuk cari selamat," kata Azmi.

Azmi menduga, kemungkinan besar bentuk perlawanan BPK adalah membuka kinerja buruk komisi antirasuah tersebut. Salah satunya kata Azmi yakni banyaknya kasus korupsi besar yang dipolitisasi dan tidak diteruskan oleh KPK.

"Karena tidak ada yang sempurna didunia ini apalagi melihat praktik budaya penegakan hukum Indonesia selama ini. BPK pasti akan mencari celah kesalahan institusi ataupun pihak yang sudah membongkar kesalahannya, termasuk KPK," ungkap Azmi.

Jika perlawan balik ini dilancarkan BPK, Azmi pun memastikan keberadaan KPK dan juga BPK akan kehilangan trust dan wibawa di tengah-tengah masyarakat.

"Karenanya Presiden maupun DPR perlu melakukan langkah langkah cepat, strategis  dan terarah dalam menangani masalah ini," demikian Azmi.[ca/rmol]
Indonesian Free Press -- Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi Indonesia. Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan ancaman Proxy War yang menyerbu seluruh lini kehidupan bernegara, berbangsa, bahkan sudah hadir di tengah kehidupan keluarga kita.

Ancaman itu, menurut Panglima seperti demo anarkis buruh, tawuran pelajar dan mahasiswa, adu domba TNI-Polri, upaya memecahbelah parpol, rekayasa sosial dengan memanfaatkan media dan maraknya penyalahgunaan narkoba. Panglima mengingatkan semua itu sudah didesain dan dikendalikan dari luar oleh tangan-tangan yang tidak kelihatan dengan memanfaatkan orang dalam. Sehingga tidak disadari, bahwa bangsa ini sedang menuju kehancuran.


Gatot juga mengingatkan narkoba di Indonesia sudah menjadi perang candu seperti halnya yang pernah terjadi di Tiongkok sejak zaman dinasti. Ia mencatat sekitar 5,1 juta penduduk sudah menjadi penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 15 ribu orang di antaranya meninggal setiap tahun.
Proxy War Adalah…

Makna proxy war memang perang boneka atau perang perwalian, namun bukan secara asimetris atau non militer, bahwa ia tetap dilakukan dalam konteks perang militer (simetris) secara terbuka sebagaimana terjadi di Ukraina, Syria, dll. Itulah kemasan varian perang militer seperti hybrid war, perang kota, gerilya, dsb.
Sifat dan karakteristik perang telah bergeser seiring dengan perkembangan teknologi. Kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara dewasa ini semakin kecil. Namun, adanya tuntutan kepentingan kelompok telah menciptakan perang-perang jenis baru. Diantaranya, perang asimetris, perang hibrida, dan perang proxy.

Perang asimetris adalah perang antara belligerent atau pihak-pihak berperang yang kekuatan militernya sangat berbeda.

Perang hibrida atau kombinasi merupakan perang yang menggabungkan teknik perang konvensional, perang asimetris, dan perang informasi untuk mendapat kemenangan atas pihak lawan. Pada saat kondisi kuat, perang konvensional dilakukan untuk mengalahkan pihak lawan. Namun, pada saat situasi kurang menguntungkan, cara-cara lain dilakukan untuk melemahkan pihak musuh.

Perang proxy atau proxy war adalah sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal.

Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa non-state actors yang dapat berupa LSM, ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan. Melalui perang proxy ini, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non-state actors dari jauh. Proxy war telah berlangsung di Indonesia dalam bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Indonesia, Awas!
Posisi geografis Indonesia yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa menempatkan Indonesia dalam wilayah tropis yang hanya merasakan dua jenis musim; kemarau dan penghujan. Sehingga di Indonesia bisa bercocok tanam sepanjang tahun. Indonesia juga masih memiliki lebih dari 5.000 m kubik air bersih per kapita per tahun. Dari sisi kepemilikan migas dan gas metana batu bara, sumur-sumur minyak, gas, dan simpanan batu bara di hampir diseluruh wilayah Indonesia telah diolah perusahaan-perusahaan asing yang memiliki modal besar.

Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadi arena persaingan kepentingan nasional berbagai negara. Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga. Konflik-konflik di belahan dunia terjadi akibat persaingan kepentingan antarnegara untuk menguasai sumber energi.

Krisis kapitalisme Amerika mengambarkan menguatnya China yang luar biasa. Artinya, ketika diaplikasikan di Indonesia, maka Indonesia menjadi ajang pertarungan AS dan China di negeri ini. Menguasai Selat Malaka, yang tentunya termasuk kawasan Indonesia bagian Timur yang berdekatan dengan wilayah laut Filipina, memang sudah dirancang sejak 2001. September 2001, misalnya, kongres AS membentuk US Commision on Ocean Policy. Yang mana komisi ini telah merekomendasikan bahwa AS harus menjadi pimpinan dalam berbagai kegiatan yang menyangkut kelautan dan pesisir pantai. Bahkan lebih jauh dari itu, AS juga membentuk Regional Maritime Security Iniative (RMSI), kerangka kerjasama multilateral yang bertujuan meningkatkan keamanan di Selat Malaka.

Demokrasi, secara politik, telah menjadi pintu, munculnya pemimpin-pemimpin pro negara imperialis. Lewat pencitraan yang dibangun oleh media-media liberal, pemimpin boneka ini muncul sebagai pemenang dalam pemilu. Apa yang terjadi? Setelah memimpin, pemimpin boneka ini mengabdi 100% bagi kepentingan tuan Kapitalis yang telah mengangkatnya, bukan kepada rakyat. Maka tidaklah mengherankan kalau kebijakan-kebijakannya justru menyengsarakan rakyat.

Lewat pintu, demokrasi pula, lahir UU yang jelas-jelas berpihak kepada pemilik-pemilik modal, baik dalam negeri, terutama perusahaan negara-negara imperialis. Berbagai UU yang sarat dengan liberalisme seperti UU kelistrikan, sumber daya alam, migas, perbankan, perdagangan, semuanya berpihak pada pemilik modal asing. Tujuannya untuk melegalkan perampokan terhadap kekayaan alam Indonesia.
Lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan pemberontakan bersenjata, perjuangan diplomasi, sampai munculnya referendum merupakan contoh proxy war yang nyata. Celah Timor tanpa diduga menyimpan minyak dan gas bumi dalam jumlah yang fantastis. Australia pun ingin menguasai kandungan minyak di celah Timor dengan pembagian yang lebih besar. Setelah perjanjian celah Timor dengan Indonesia berakhir, Australia menggunakan isu hak asasi manusia, menyerukan perlunya penentuan nasib sendiri untuk rakyat Timor Timur.

Di jalur diplomatik, Australia juga membujuk PBB untuk mengeluarkan sebuah resolusi Dewan Keamanan agar mengizinkan pasukan multinasional di bawah pimpinannya masuk ke Timor Timur dengan alasan kemanusiaan, menghentikan kekerasan, dan mengembalikan perdamaian.

Berikutnya, pada 2013, British Petroleum (BP) mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa sisa energi fosil dunia tinggal sekitar 40 tahun, sedangkan sisa energi fosil di Indonesia tinggal 16 tahun. Sehingga energi dunia akan habis pada 2053 dan Indonesia pada 2029 dengan asumsi bahwa kebutuhan energi dunia tidak meningkat. Padahal BP pada awal tahun ini memperkirakan bahwa konsumsi energi dunia pada 2035 meningkat sampai 41 persen dari kebutuhan hari ini.

Negara-negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Inggris, Australia, Italia, Tiongkok, Malaysia, dan Norwegia. Selain itu, posisi geopolitik Indonesia yang tepat di tengah negara-negara Five Power Defense Arrangement (FPDA), yaitu perjanjian kerja sama pertahanan negara-negara persemakmuran Inggris, menyimpan kerawanan yang patut menjadi perhatian serius.

Di sebelah utara, ada Malaysia dan Singapura, sedangkan di bagian selatan terdapat Australia dan Selandia Baru. Setidaknya tiga di antara empat negara tersebut pernah memiliki sejarah hubungan bilateral yang kurang harmonis dengan Indonesia.

Laut China Timur
Membaca Perang Proksi di Laut China Timur (LCT) dengan skema berikut : Pertama, kendati ada beberapa faktor penyebab mengapa geopolitical shift berubah dari Jalur Sutera menuju Asia Pasifik, bahwa Asia Pasifik memang dinilai sebagai “masa depan” Paman Sam, itulah alasan dan faktor utama.

Kedua, dalam hegemoni AS, entah Laut Cina Timur atau Laut Cina Selatan, itu sama saja -satu tarikan nafas- oleh karena tujuan pokok pergeseran geopolitik ialah melenggangkan cengkraman armada lautnya di perairan Cina hingga ke Lautan Hindia melalui pintu Selat Malaka;

Ketiga, jika Laut Cina Timur dijadikan titik proxy war, bagi AS, peristiwa tersebut seperti mengulang modus “utang dibayar bom” yang pernah ia terapkan di Libya, karena pada titik dimaksud niscaya bakal berhadapan Cina versus Jepang, dimana kedua negara justru pemegang surat utang terbesar milik Paman Sam;

Keempat, selaras dengan tiga paradigma luar negeri, maka menghancurkan Cina dan Jepang dengan modus adu domba di Laut Cina Timur, adalah cara yang paling jitu agar Paman Sam melenggang sendirian di Asia Pasifik;

Kelima, seirama dengan PNAC-nya Pentagon, bahwa mengendalikan jalur pelayaran di sepanjang Laut Cina, selain identik membendung gerak laju Cina, juga menguasai geopolitiknya. Artinya, selain menjadi pengendali jalur pelayaran, sekaligus mencaplok SDA di wilayah tersebut. Dengan demikian, asumsi geopolitical shift dari Jalur Sutera ke Asia Pasifik, terutama di Laut Cina (Timur dan Selatan) ialah keniscayaan yang tak terelakkan.

Laut China Selatan
Amerika adalah gembong neo imperialisme atas negeri-negeri kaum Muslim, termasuk Asia Tenggara. Amerika memerangkap negara-negara berkembang secara langsung dan tidak langsung, yaitu dengan beragam alat: lokal, regional dan internasional. Kadang dengan diktator yang menjadi anteknya. Jika diktator hampir jatuh, Amerika mendukungnya secara regional. Jika hal itu tidak berguna, Amerika mengikat kesepakatan internasional. China dan Rusia mengikuti jejaknya. ditambah Eropa yang terus mengintai kita. Eropa berupaya bersaing dengan Amerika menyiapkan jebakan-jebakan untuk menjegalnya.

Sementara kepentingan China sendiri sebenarnya adalah untuk mendorong integrasi ekonomi antar negara di Jalur Sutera, sehingga mempercepat koneksitas sistem ekonomi atar negara baik lewat darat maupun laut. Bila China berhasil mengintegrasikan sistem ekonominya maka batas teritorial antar negara sudah tidak penting lagi –karena dengan sistem ekonominya yang konstan– secara alamiah China akan dengan mudah mendominasi kawasan. Perang Asimetris adalah pilihan yang logis. Apalagi bila investasi dan relokasi industrinya berjalan lancar dan mampu meningkatkan pembangunan di Jalur Sutera – maka Imperium China akan segera berdiri lagi membelah dunia di abad 21.

Oleh karena itu, Jalur Sutera Maritim abad 21 memiliki arti sangat strategis bagi kepentingan nasional China. Tidak mengherankan bila untuk menguasai Jalur Sutera Maritim, China berusaha keras mengintegrasikan sistem ekonominya dengan seluruh negara-negara Asia Tenggara melalui ACFTA. Dengan integrasi sistem ekonomi ini, China berhasil membangun koneksitas ekonomi yang kuat dengan seluruh negara-negara di kawasan Jalur Sutera Maritim. Bahasa Indonesianya: menjajah ekonomi negara-negara Melayu Asia Tenggara untuk dikuras bahan bakunya dan dijadikan kuli di negerinya atas nama investasi, pembangunan dan pasar bebas.

Posisi Laut China Selatan memang sangat strategis disamping dikelilingi oleh banyak negara juga merupakan pintu perlintasan pelayaran ke Timur Jauh. Negara-negara Asia Tenggara pun dihubungkan oleh Laut China Selatan ini. Secara historis China memandang semua negeri yang terletak di Laut China Selatan itu dengan sebutan Nanhai atau Laut Selatan – oleh karena itu dalam peta, kawasan ini disebut Laut China Selatan.
Dengan kekuatan ekonominya saat ini, China sangat berkepentingan untuk memperkuat posisinya dikawasan jalur sutera, baik jalur darat maupun jalur laut. Terutama guna meningkatkan hubungan koneksitas ekonomi kawasan yang lebih intens – disamping memperkuat basis ideologis tentunya. Mumpung Beruang Merah Rusia sedang ‘hibernasi’.

Secara alamiah pendekatan historis, etnis dan ideologis China telah berhasil membangun iklim yang kondusif di negara-negara sepanjang Jalur Sutera Maritim, khususnya di Asia Tenggara, mulai dari Vietnam, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan seterusnya. Di Thailand, China bahkan berhasil menampilkan Thaksin Shinawatra dan Yingluck Shinawatra menjadi Perdana Meneri di negeri gajah putih tersebut – sehingga membuat kelompok nasionalis marah, Raja pun bertindak. Jadi tidak mengherankan kalau kudeta sering terjadi di Thailand, perang asimetris yang dilancarkan China menjadi salah satu game-nya.

Indonesia ternyata cocok bagi metamorfosis kepompong ulat sutera. Namun, masyarakat Indonesia yang majemuk menjadi ganjalan serius bagi perkembangan imperium China di Jalur Sutera. Mengapa? Dengan bahasa SARA, ternyata alam bawah sadar masyarakat Indonesia memiliki perasaan anti China yang bersifat reflek. Ya, reflek. Jadi perang asimetris yang dijalankan China untuk menguasai bangsa Indonesia seutuhnya merupakan pekerjaan rumah yang belum ketemu skemanya. Berkali-kali dilancarkan selalu terbentur dengan skema Glodok. Jadi yang meraka takutkan adalah bila meledak skema Grase (gerakan rakyat Semesta).
Sikap

Ironis, negeri kaum Muslim menjadi medan bagi pesawat tempur, artileri dan kapal perang musuh. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, umat Islam diinvasi musuh lalu bertepuk tangan untuknya, memujinya dan memanggilnya. Masyarakat Indonesia yang cenderung disibukkan untuk sekadar bisa mempertahankan hidup dengan sesuap nasi. Masyarakat yang sama inilah yang dicekoki dengan pandangan bahwa Indonesia adalah lemah, China dan Barat adalah adidaya. Para elit penguasa yang telah menjual harkat dan martabat negeri ini dengan memperkaya diri mereka adalah yang paling bertanggung jawab terhadap rendahnya rasa percaya diri rakyatnya.

Sesungguhnya musuh nyata Indonesia adalah kapitalisme dengan pemikiran pokoknya sekulerisme, liberalisme, dan pluralisme. Penjajahan ini dipimpin Amerika dengan menggunakan penguasa-penguasa boneka yang mengabdi dan menjilat tuan kapitalisnya. Pada saat yang sama, Islam masih mengakar di hati rakyat Indonesia dan masih banyak yang berharap agar Islam menjadi tegak kembali. Sayang, politisasi Islam oleh para politisi Indonesia yang tidak bertanggung jawab selalu menampilkan Islam sebagai sistem kerohanian (ritual) ketimbang sebagai sistem politik yang mengorganisasi penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

Indonesia sebenarnya menduduki tambang emas dan minyak bumi terbesar. Rezim Barat memahami benar hal ini sehingga para pembuat kebijakan Amerika selalu memonitor perubahan yang terjadi di Indonesia karena mereka mengkhawatirkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk bangkit. Kalangan intelektual Amerika pun melihat bahwa Indonesia lebih mencintai Islam dari pada penguasa agen Barat maupun China.
Karena itu, umat Islam Indonesia harus memahami bahwa ia memiliki potensi untuk mengubah dirinya.
Caranya adalah dengan mencapai kesatuan politik dengan seluruh umat Islam di dunia. Untuk itu, Indonesia harus menjadikan kembalinya kehidupan Islam dengan penegakan Khilafah sebagai tujuannya. Demikianlah sebagaimana yang telah dijanjikan Rasulullah saw. di dalam haditsnya, bahwa Khilafah akan kembali tegak.
Sejarah Islam telah menunjukkan bahwa untuk setiap penindas melakukan kekerasan berperang melawan orang-orang beriman dalam Islam, sehingga Allah telah mengirimkan seorang pembebas saleh yang mendapat dukungan langsung dengan kekuasaan dari Allah. Kita berdoa semoga kaum muslim tetap teguh dalam tekad mereka yang tidak tergoyahkan untuk beribadah hanya kepada Allah dan tidak tunduk kepada kekuatan palsu lainnya.

Kini kesempatan kita untuk bangkit melepaskan penjajahan dengan cara kita sendiri; Agama yang oleh Maha Pencipta sendiri sudah dinyatakan sempurna – tentu sangat memadai untuk kita jadikan pegangan. Kalau dalam hal keluar masuk kamar kecil saja ada aturannya di agama ini, tentu dalam hal yang sangat besar seperti politik, hukum, pendidikan, budaya, pasar, uang, sistem ekonomi, dsb. pastilah agama ini punya tuntunannya yang sempurna. Tinggal tantangannya adalah bagaimana kita menggali mutiara-mutiara ini dari dasarnya, bukan dari sistem barat yang dicocok-cocokkan dengan sistem Islam.***


Keterangan: dicopas dari status Facebook saudara Mardanus Dody

Sinopsis The Outcasts (2017)
Dua sahabat karib, Jodi dan Mindy , kerap menderita di bahwa dominasi Whitney , gadis populer di sekolah mereka. Setelah dipermalukan untuk kesekian kalinya lewat kejahilan Whitney, Jodi dan Mindy memutuskan untuk menjalani tahun terakhir mereka di sekolah dengan tenang bersama dengan kawan-kawan mereka yang juga terkucilkan.

Mereka mengumpulkan seluruh kaum “aneh dan tersingkirkan” di sekolah mereka dan membentuk “nerd utopia” sendiri. Dengan ditemani oleh kawan-kawannya sesama nerd (Avan Jogia, Katie Chang, dan Ashley Rickards), mereka menikmati akhir pekan dengan berpesta. Tentu saja, definisi pesta menurut mereka adalah dengan rumah goyang Twister dan cosplay—yang menurut mereka hal tersebut jauh lebih menyenangkan ketimbang menenggak bir dari tong.
Namun keinginan untuk lepas dari tekanan di sekolah membuat Jodi dan Mindy lantas berhasrat untuk memulai sebuah revolusi, yang kemudian menimbulkan satu bentuk diktatorial baru di sekolah, Yukk di tonton full movie nya untuk menemukan jawabannya…Hanya di Bioskop Online Kesayangan Anda ( mentarimovie.com )

1h 35min | Drama , Comedy | 14 April 2017 (USA)
Director : Peter Hutchings 
Writer : Dominique Ferrari, Suzanne Wrubel Stars : Eden Sher, Ashley Rickards, Peyton List













Buat Anda Yang Demen Banget Taruhan Sportsbook & Casino
Mari Coba Di Maxbet268.Com
Promo Bonus New Member 10% ( Sportsbook & Casino )
Bonus Next Deposit 3% - 5%
Promo Cashback 5% - 15%
BONUS REFERRAL 2% ( SEUMUR HIDUP!!! )
Bawa Pulang Puluhan Juta Sekarang Juga!!!
KLIK and Play with fun MaxbetIndonesia
Indonesian Free Press -- Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta maaf kepada masyarakat setelah berbohong perihal kematian bapaknya yang diklaimnya telah dibunuh oleh PKI.

"Almarhum ayah saya adalah seorang sopir bus Sibualbuali di Sumatera Utara. Beliau kemudian bekerja keras sehingga menjadi pegawai Caltex dan dikirim kuliah ke Cornell University, Amerika Serikat. Meninggalnya almarhum ayah saya tidak ada kaitannya dengan PKI," kata Luhut dalam hak jawab yang disampaikan kepada VIVA.co.id, Kamis (25 Mei).


Luhut menuturkan konteks pernyataannya yang sebenarnya adalah menceritakan tentang seorang temannya yakni Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Agus adalah putra Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, seorang Pahlawan Revolusi yang dibunuh pada peristiwa G30S/PKI.

Dalam jabatannya sebagai Gubernur Lemhannas sejak April 2016, lanjut Luhut, Agus merupakan bagian dari pemerintah dalam penyelenggaraan simposium nasional bertajuk 'Membedah Tragedi 1965 dari Aspek Kesejarahan' tahun lalu di Hotel Arya Duta.

Saat itu, muncul komentar negatif yang mengatakan bahwa simposium sudah dipengaruhi oleh PKI. Padahal simposium ini merupakan upaya akademik untuk menganalisa tragedi '65 dari perspektif sejarah.

"Mendengar komentar negatif tersebut, Pak Agus mengatakan ke saya bahwa orang yang berkomentar tersebut tidak pernah mengalami ayahnya dibunuh di depan matanya. 'Ayah saya ditembak mati di depan mata saya,' demikian kalimat beliau," kata Luhut.

Dengan menceritakan ini, Luhut bermaksud memberikan masukan kepada media dan masyarakat agar tidak gampang terhasut dengan isu yang disampaikan oleh narasumber yang tidak valid. Contohnya adalah isu komunisme.

"Presiden sendiri sudah memerintahkan Polri dan TNI untuk menindak tegas penyebar ideologi lain selain Pancasila. Maka media dan kita semua wajib mendukung upaya ini dengan selalu memastikan kejelasan latar belakang dari narasumber dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya," kata Luhut.

Atas kekeliruan dalam menangkap konteks pernyataan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam forum Rapimnas Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur itu, VIVA.co.id menyampaikan permohonan maaf.(ca/viva)

Indonesian Free Press -- Mantan Anggota Komisi III DPR, Djoko Edhi, menilai bahwa era reformasi saat ini lebih berbahaya dibandingkan dengan zaman Orde Baru (Orba). Kata Edhi, hal itu disebabkan karena saat ini etnis China ingin menguasai politik dan ekonomi Indonesia.

"Di Orde Baru itu terkendali dan dibatasi China tidak boleh masuk politik, militer dan birokrat," ujar Edhi kepada Jitunews.com, di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).
 Politisi PAN ini juga memaparkan bahwa 80 persen ekonomi nasional Indonesia justru dikuasai China. Dan mirisnya, ungkap Edhi, umat Islam serta masyarakat asli Indonesia yang menjadi mayoritas tidak menikmatinya. Hal itu disebabkan, kaum mayoritas tidak pernah dapat bersatu.

"70 persen tanah perkebunan dikuasai Cina. 78 persen tanah di Jakarta dikuasai oleh Cina. 80 persen sektor keuangan dikuasai oleh Cina. Pribumi itu jumlah suaranya 83 juta. Tapi pribumi ini kere, pecah belah dan khianat," jelasnya seperti dilaporkan situs Muslim Bersatu, Rabu (24 Mei).

Yang lebih miris, menurut Edhi, Presiden RI Joko Widodo justru dibesarkan dan didukung oleh para konglomerat raksasa China.
"Jokowi ini dibesarkan oleh Taipan, jelas pernyataan dari Ahok juga. Jokowi tak akan akan pernah jadi Presiden kalau tidak didukung oleh China pengembang," tutup Edhi.(ca/jitunews)

Indonesian Free Press -- Saking semangatnya membela Iran, saya sampai lupa melakukan konfirmasi ketika menulis 'tidak ada pejabat Iran yang sekolah atau bekerja di Barat'. Nyatanya, Presiden Rouhani adalah lulusan Glasgow University di Skotlandia, dan Menlu Mohammad Javad Zarif bahkan selama 11 tahun bersekolah di San Francisco State University (B.A.) dan University of Denver (M.A.), (Ph.D.). Sejumlah besar 'elit' penguasa Iran ternyata juga lulusan Amerika, termasuk anggota-anggota keluarga mantan presiden Iran yang juga pemimpin revolusi Iran, Hashemi Rafsanjani.

Dan jangan lupa. Pemimpin Tertinggi Iran dan pemimpin revolusi sekaligus pendiri negara Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini, selama belasan tahun tinggal di Perancis dan bergaul erat dengan elit-elit Barat.

Pada titik inilah, saya percaya penuh bahwa Iran tidak kebal dari kejahatan konspirasi zionis global penyembah dajjal. Dan dengan menggunakan akal yang saya punyai, fakta-fakta sejarah yang ada sebagaimana telah saya tulis dalam beberapa tulisan sebelumnya, saya percaya sepenuhnya bahwa tangan-tangan setan masih mencengkeram Iran.


"Presiden Rouhani, adalah anak didik dari miliuner dan 'godfather' politik Akbar Hashemi Rafsanjani. Setidaknya, sebagian dari anak buah Rafsanjani membentuk semacam “Deep State” di Iran yang berhubungan dengan mantan orang-orangnya Shah Pahlevi, inteligen barat, keluarga Rothschilds, dan freemasonri. Secara singkat, para terduga aktifis New World Order … Tidak heran jika media-media utama (MSM) memujinya sebagai 'reformist'," tulis editor Veterans Today Kevin Barrett, 13 Mei, berjudul 'Insider spills secrets: Western-freemasonic coup attempts against Iran'.

Kevin Barrett pun mengutip pernyataan Barry Lanza, mantan agen CIA yang menjalin hubungan dekat, bahkan menjadi menantu dari keluarga elit Iran yang terlibat dalam 'Deep State' di Iran. Lanza menulis:

“Keluarga istri saya, Hessaby adalah bagian dari Dinasti Qajar. Banyak dari mereka yang menjadi pejabat regim Shah Pahlevi dan diam-diam bekerja untuk kepentingan yahudi. Seorang anggota keluarga Hessaby mendirikan University of Tehran di bawah pemerintahana Mossedegh. Kerabat istri saya turut mendirikan perusahaan National Iran Oil Company di London. Keluarga istri saya masih menjalankan yayasan di Iran yang bergerak di bidang penelitian nuklir. Mereka tampaknya memiliki hubungan dengan Keluarga Rothschild.”

Barry bahkan mengetahui detil kudeta tahun 1988 di Iran yang dijalankan CIA dan pemboman pesawat Pan Am 103 di Lockerbie, Desember 1988, yang dilakukan 'Deep State' Iran untuk menghancurkan kepentingan keluarga Shan Pahlvei. Ia bahkan mengetahui adanya hubungan serangan WTC 2001 dengan Iran.

Barry Lanza adalah menantu dari Dr. Mehdi Hessabi, yang menurut pengakuan Lanza adalah seorang mata-mata Inggris di Iran yang dijatuhi hukuman penjara oleh regim Shah, namun mendapat amnesti. Sebelumnya Hessabi adalah seorang gubernur di pemerintahan kolonial Inggris hingga regim Shah. Ia aktifis freemason di Inggris, Perancis, Scotlandia, Michigan-Amerika, Iran, dan California-Amerika. Pada Desember 1977 ia pindah ke Paris untuk merancang revolusi Iran dan menempatkan Khomeini sebagai pemimpin tertinggi Iran, bersama pemimpin polisi rahasia Iran (SAVAK) Jendral Fardoust dan Pakravans.

Tentang Pakravans sendiri, Wikipedia menulis bahwa ia adalah sahabat dekat Khomeini. Ketika KHomeini dijatuhi hukuman mati oleh Shah Pahlevi tahun 1963, ia menemui Shah untuk meminta amnesti bagi Khomeini. Shah setuju, namun dengan syarat Khomeini harus diusir. Pakravans kemudian menghubungi pemimpin Shiah Ayatollah Shariatmadari untuk merancang pembebasan Khomeini. Shariatmadari kemudian mengangkat Khomeini menjadi Ayatollah sebagai syarat pemberian amnesti.

Namun nasib mengenaskan justru kemudian harus ditanggung Shariatmadari dan Pakravans paska revolusi yang berhasil mengangkat Khomeini sebagai pemimpin tertinggi Iran tahun 1979. Ayatollah Shariatmadari, sebagaimana telah ditulis di blog ini, meninggal dalam tahanan rumah setelah sebelumnya disiksa regim Khomeini. Sementara Pakravans, dihukum mati.

Ini mengingatkan saya (blogger) pada beberapa orang yang saya kenal. Mereka meraih puncak karier setelah mengorbankan beberapa teman dan orang dekatnya sendiri. Entah sadar atau tidak, mereka sudah menjalankan ritual 'pengorbanan darah' untuk setan, atau semacam ritual 'pesugihan'.(ca)


(Bersambung),




Berita Terkini ~ Kasus seperti ini semakin lama semakin banyak, baik itu di dalam atau luar negri sama saja. Tak terkecuali kejadian kejam yang dialami anak kecil usia 7 tahun ini. Kenapa ya orangtua tega melakukan hal kejam seperti itu kepada anaknya sendiri?

Pada tahun 2015, seorang pria asal Amerika Serikat, Michael Jones ditangkap karena melakukan kekerasan rumah tangga terhadap istrinya (31) Heather Jones, namun pihak polisi mengetahui bahwa anaknya Adrian yang baru berusia 7 tahun telah hilang.



Kemudian kecurigaan pihak polisi terhadap Michael dan istrinya pun muncul, saat itu pihak polisi melakukan penyelidikan dan pengujian DNA Adrian dan ayahnya. Ternyata Micheal memang ayah kandung Adrian namun Heather adalah ibu tirinya, demikian dipastikan Adrian tidak mendapat kasih sayang dari orangtuanya.



Bahkan diketahui Adrian tidak diberi makan! Dibiarkan kelaparan dan dipukul
Adrian dipaksa berdiri di dalam kolam dengan air di paras leher selama berjam-jam hingga ia gemetaran.
Foto ini ditemukan di laptop sang ibu tiri, Adrian dipaksa berdiri tegak dengan depan dan belakang badannya diletakkan papan pemotong sayur, Karena kelaman diikat sehingga kakinya sampai berubah bentuk.



Matanya yang luka sehabis dipukul dengan batang penyapu, Keterlaluan sekali, mulut Adrian setelah dipakukan di pintu.



Kebahagian sebuah keluarga yang pernah dirasakan Adrian saat bersama ibu kandungnya dan saudaranya.


Namun semuanya berakhir!Yang lebih parahnya lagi setelah Adrian meninggal dilaporkan manyatnya telah menjadi hidang babi yang di pelihara mereka!





Buat Anda Yang Demen Banget Taruhan Sportsbook & Casino
Mari Coba Di Maxbet268.Com
Promo Bonus New Member 10% ( Sportsbook & Casino )
Bonus Next Deposit 3% - 5%
Promo Cashback 5% - 15%
BONUS REFERRAL 2% ( SEUMUR HIDUP!!! )
Bawa Pulang Puluhan Juta Sekarang Juga!!!
KLIK and Play with fun MaxbetIndonesia